Showing posts with label Meme. Show all posts
Showing posts with label Meme. Show all posts

Wednesday, January 25, 2017

[Wishful Wednesday] #1 Newbie is here...


Saya tahu bahwa meme ini dikreasi dan dipopulerkan oleh Astrid di blog bukunya yang kece, Books to Share. Saya pun sudah sering melihat rekan BBIers yang lain wara-wiri meramaikan keseruan hari Rabu dengan membagi daftar keinginan (wishlist) masing-masing. Berhubung awal tahun ini semangat membaca-nge-blog sedang lumayan bagus, saya niatkan untuk sebanyak-banyaknya bikin posting-an. Mumpung lagi semangat, kan?

Nah, salah satunya saya juga kepingin ikutan Wishful Wednesday ini. Sepanjang yang saya ingat, ini adalah keikutsertaan saya untuk kali pertama. So, let's make a wish, shall we?

Wishful Wednesday adalah meme mingguan kreasi Astrid of Books to Share dengan mem-posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari satu) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!



Minggu ini, saya kepingin menuliskan wish yang berhubungan dengan iPad. Eh, kok iPad, apa hubungannya sama buku? Begini. Seminggu yang lalu saya mengalami insiden konyol waktu di kamar mandi. iPad saya kecemplung ke bak mandi. Hih, lagian ke kamar mandi bawa iPad segala, sih. Kecentilan!!! Ya, ya, ya, silakan kamu ikut ngomelin saya. Hiks. Kali ini memang saya teledor enggak keruan.

Kamu pasti punya tempat paling asyik buat baca, kan? Saya: kamar mandi. Yeah, saat menjalankan ritual sebelum mandi saya paling senang membaca di kamar mandi/toilet. Baca apa saja. Mulai dari novel sampai berita online. Dulu, saya memang hanya membaca buku dan jarang sekali membawa gawai ke kamar mandi. Namun, sejak dunia baca digital makin marak saya pun enggak mau ketinggalan. Selain baca berita online ataupun update status di media sosial, saya menyimpan beberapa novel digital di iBooks. Alhasil, saya memang cenderung senang membawa iPad ke kamar mandi untuk membaca. Lumayan kan kalau bisa dapat dua sampai tiga bab.

Sejak kecemplung, iPad saya mengambek. Hari pertama nyemplung, dia masih bisa nyala dan berfungsi meski ada sebagian layarnya mulai tampak menggelap. Keesokan harinya, dia mulai kacau. Sering mati dan nyala sendiri. Lalu, baterai juga cepat sekali menyusut. Dalam kondisi normal, dia bisa saya pakai satu setengah hari nonstop. Tapi, kemarin, enggak sampai tengah hari dari 100% baterai penuh langsung drop ke 40% di siang hari. Holy crap!

Sekarang dia lagi diinvestigasi dan mesti opname di salah satu gerai servis gawai di Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta. Saya mesti nunggu kurang lebih dua hari untuk mendapat kepastian apakah my baby iPad yang saya beli tahun 2012 silam itu masih bisa sehat dan beroperasi kembali. Jadi, saya sangat berharap (memohon dengan sangat) melalui Wishful Wednesday kali ini, saya masih berjodoh dengan iPad saya itu sehingga saya masih bisa terus membaca buku digital dengan menggunakan bantuannya. Ya Tuhan, semoga my baby iPad bisa sembuh, ya. Aamiin.

Share WW-mu minggu ini juga, ya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Wednesday, January 6, 2016

[Waiting on Wednesday] ...Mission D'Amour


"Waiting On" Wednesday is a weekly event, hosted by Breaking the Spine, that spotlights upcoming releases that we're eagerly anticipating.

Saya masih punya utang sama Francisca Todi untuk membuatkan resensi atas novel Mafia Espresso-nya yang ia rilis ulang dengan judul Irresistible, plus Love Roulette yang merupakan sekuelnya. Saya diberikan contoh novel dalam bentuk e-book. Belum selesai dibaca, sih, tapi saya cukup yakin untuk menyebutkan bahwa saya menyukai gaya menulis Cisca. Oleh karenanya, saya pun tak sabar menantikan novel metropop perdananya ini.

Kehidupan Tara Asten sebagai asisten pribadi Putri Viola—Putri Mahkota Kerajaan Alerva yang supersibuk—selalu penuh tantangan. Namun, Tara tidak pernah menyangka Badan Intelijen Alerva (BIA) akan menjadikannya tersangka utama dalam rencana penyerangan keluarga kerajaan. Dia dimasukkan ke masa percobaan tiga bulan, pekerjaannya terancam tamat!
 

BIA menugaskan salah satu agen rahasianya, Bastian von Staudt, alias Sebastian Marschall, untuk menyamar menjadi calon pengganti Tara dan menyelidiki wanita itu. Tapi di tengah perjalanan misinya, dia malah jatuh hati pada kepribadian lugu Tara. Bukannya mencari kesalahan Tara, Sebastian malah beberapa kali menolongnya.
 

Tara yang awalnya membenci pria itu, mulai bimbang dengan perasaannya. Sebastian pun mulai kesulitan mempertahankan penyamarannya.
 

Tapi, itu sebelum Sebastian mendengar percakapan mencurigakan Tara di telepon. Yang membawa Sebastian pada dua pilihan sulit: misi atau hatinya.

*Ukuran: 13.5 x 20 cm
*Tebal: 368 halaman
*No. Produk: 616171001
*ISBN: 978-602-03-2487-6
*Harga: Rp69,000

*Terbit: 21 Januari 2016

https://www.goodreads.com/book/show/28372202-mission-d-amour

Jadi, buku apa yang kamu tunggu Rabu ini?

Wednesday, August 19, 2015

[Waiting on Wednesday] ...Sincerely Yours


"Waiting On" Wednesday is a weekly event, hosted by Breaking the Spine, that spotlights upcoming releases that we're eagerly anticipating.

Sebenarnya saya sudah kepingin mengeposkan novel coming soon-nya Tia Widiana ini untuk meme Waiting on Wednesday Rabu minggu lalu, tapi berhubung di web www.gramediapustakautama.com belum ada data apa pun mengenai novel kedua Juara 1 Lomba Amore GPU ini, saya jadinya mengurungkan niat dan menundanya sampai Rabu ini. Beruntung saya sempat bertanya ke Mbak Hetih plus kepo dikit ke akun Twitter resmi sang pengarang, @tiawidia, hingga saya bisa nemu juga sinopsis dari novel ini. Untuk tanggal resmi rilisnya sih agak blur (Tia bilang tanggal 12 September, Raya Fitrah --editor-- bilang 14 September), tapi apa pun itu, novel ini akan rilis di bulan September, yayyyy... September yang ceriaaa... milik kita... bersamaaa... #eh
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar. 

Namun, di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby... perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal... Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun-tahun. Inge tidak mau membuat Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan....

Nah, itu dia novel Amore bertajuk Sincerely Yours karya Tia Widiana yang siap saya nantikan kelahirannya. Kalau kamu, buku apa yang paling kamu tunggu kehadirannya Rabu ini?

Selamat menunggu, tweemans.    

Wednesday, July 1, 2015

[Waiting on Wednesday] ...Sunset Holiday


"Waiting On" Wednesday is a weekly event, hosted by Breaking the Spine, that spotlights upcoming releases that we're eagerly anticipating.

Sejak terkena demam Restart tahun 2013 silam, saya ketagihan pada karya-karya tulis Nina Ardianti, baik yang ditulis sebelum maupun sesudah Restart dirilis. Bahkan, saya juga ikut menjadi groupies yang selalu menyimak penggalan kisah tokoh-tokoh Nina Arianti dalam serial pendek yang diunggah di web resminya, www.ninaardianti.com, berjudul Meet Cute dan Stuck. Sedangkan, nama Mahir Pradana juga sangat familiar di kuping saya mengingat banyak rekan di komunitas Goodreads Indonesia yang kepincut pada kepiawaian menulisnya. Here After dan Rhapsody adalah dua novel Mahir yang diterbitkan Gagas Media dan berhasil mencuri perhatian penikmat fiksi tanah air. Saya? Jujur saja, saya baru sebatas pengoleksi dua novel itu... enggg, belum dibaca juga sampai sekarang. #pletakkk

Kali ini dua pengarang yang sering terlihat bersama baik di dunia maya maupun di dunia nyata itu *tebar-gosip* berduet menulis sebuah novel bertajuk Sunset Holiday yang agak-agaknya beraroma traveling tapi dibumbui rempah-rempah romantisme yang begitu terasa dari kover yang sudah dirilis secara resmi oleh Gagas Media. Merujuk pada web resminya, pihak penerbit tidak memberikan tanggal pasti kapan novel ini akan dirilis. Namun, dari pantauan linimasa Nina Ardianti ataupun Mahir Pradana di ranah Twitter minggu lalu setelah mengisi acara talkshow sekaligus berbagi ilmu menulis duet, dummy novel ini sudah dipamerkan keduanya, dan diharapkan tak lama lagi novel ini bisa beredar di toko-toko buku terdekat. 


Ini dia sinopsis dan kovernya (bahkan di www.goodreads.com belum didata, ya?):
“We are all strangers until we meet.”

Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku.


Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan. Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?

Penulis: Nina Ardianti & Mahir Pradana
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 480 hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-818-1
Harga: Rp69.500,-

Jika ingin mengintip sedikit tentang Sunset Holiday ini, silakan berkunjung ke web resminya Nina Ardianti di www.ninaardianti.com, ya. Memang, sih, di sana diberikan keterangan bahwa cuplikannya itu masih yang versi belum disunting. Tapi, lumayanlah, ya, bisa sedikit memberi gambaran awal.

Jadi, Rabu ini kamu nungguin terbitnya buku apa?

Wednesday, June 24, 2015

[Waiting on Wednesday] ...Critical Eleven


"Waiting On" Wednesday is a weekly event, hosted by Breaking the Spine, that spotlights upcoming releases that we're eagerly anticipating.

Untuk pertama kalinya saya ikut meme yang satu ini. Berhubung info buku siap rilis di Indonesia tidak seterbuka di luar, agak sulit memang bisa mengikuti meme ini. Para blogger luar bahkan terkadang bisa memuat artikel tentang sebuah judul buku lengkap dengan kovernya yang baru akan terbit enam bulan mendatang. Yap, ENAM bulan lagi. Di Indonesia? Hmm, kayaknya mustahil, ya. Kecuali kita penulisnya atau penerbit atau distributor atau edior in house-nya. Entahlah, apa yang membuat dunia perbukuan Indonesia tidak semenggairahkan seperti di luar, ya?

Hmm, nggak jadi soal, saya ikutan meme ini, yah untuk buku yang akan segera rilis yang benar-benar sangat menarik minat dan bikin enggak sabar baca. Dan, untuk edisi Rabu, 24 Juni 2015 ini yang masuk dalam daftar tunggu---my Waiting on Wednesday, adalah...
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

Berdasar informasi yang dikabarkan pengarangnya, Critical Eleven akan siap dipesan awal mulai tanggal 1 Juli 2015, pukul 11.00 WIB, di beberapa toko buku online. Dan, unuk edisi pesan awal ini hanya akan tersedia 1.111 eksemplar dengan bonus tanda tangan dan luggage tag spesial dari Ika Natassa dan Gramedia. Sedangkan, untuk edar secara luas baru akan dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2015. Jadi, buat para penggemar tulisan Ika Natassa, persiapkan dirimu untuk ikut serta dalam perayaan penyambutan terbitnya novel terbaru Ika Natassa yang merupakan pengembangan dari cerita pendek berjudul sama yang termuat dalam buku antologi metropop, Autumn Once More, yang terbit tahun 2013 silam.


Jadi, apakah kamu juga ikut menunggu kehadiran buku ini? Ataukah ada buku lain yang sedang sangat kamu nantikan kehadirannya? Tell me!

Friday, December 26, 2014

Menantang diri sendiri untuk membaca lebih banyak buku di tahun 2015


Tahun 2013-2014 menjadi tahun terburuk saya dalam catatan perjalanan seorang pembaca buku. Saya gagal mencatat kemajuan demi kemajuan yang saya alami dalam proses membaca buku. Selain gagal memenuhi target baca yang saya pasang di goodreads.com, saya pun gagal memenuhi ambisi untuk menulis resensi atas buku yang sudah saya baca minimal 5 (lima) resensi per bulan. Amburadul benar.

Nah, di tahun 2015 nanti saya ingin memperbaiki catatan perjalanan proses membaca saya itu. Enggak mesti langsung bagus juga, sih. Paling tidak meningkat di jumlah buku yang dibaca saja cukup, kok. Syukur-syukur meningkat pula semangat unuk menulis resensi buku yang selesai saya baca. Tahun 2015 juga sepertinya saya pengin tekun membaca-membaca-dan-membaca saja. Beberapa hal yang sudah saya lakukan di dua tahun terakhir kemarin mungkin tidak akan saya lakukan lagi. Misal aktif di komunitas tertentu (cukup jadi pemeran figuran yang numpang lewat), tak lagi menerima (atau mencari) order mengedit, atau kegiatan lainnya. Saya benar-benar ingin kembali menikmati saat-saat "hanya" membaca buku.

Sejalan dengan itu saya ingin mencatat detail proses membaca, salah satunya dengan bantuan atau dorongan mengikuti beberapa tantangan membaca (reading challenge) dari rekan-rekan blogger buku di mana pun. Enggak hanya blogger dalam negeri, tapi juga blogger dari luar negeri. Ini beberapa reading challenge yang sedianya akan saya ikuti di tahun 2015 mendatang.


Beberapa tantangan membaca ini saya nyontek dari punyanya Louis Johnson di youmeandacupofteablog.blogspot.com.

1. 2015 Women' Challenge
RC ini di-host oleh blog Peek a Book, untuk info lengkapnya silakan klik peekabook.it. Intinya sih kita diminta membaca buku-buku yang ditulis oleh perempuan. Halah, kalau novel-novel romance banyakan ditulis perempuan, ya, hehehe. Saya pilih ikutan Level 3 - SUPER GIRL dulu deh, yaitu mesti baca 16-20 buku. Ini kira-kira yang kepikiran sekarang:
1) Happily Ever Afer by Winna Efendi
2) Cinta Sehangat Pagi by Indah Hanaco
3) Oppa & I #1 by Orizuka dan Lia Indra
4) Oppa & I #2 by Orizuka dan Lia Indra
5) Oppa & I #3 by Orizuka dan Lia Indra
6) Two Lost Souls by Pia Devina
7) A Week Long Journey by Altami A
8) Heart Quay by Putu Felisia
9) Montase by Windry Ramadhina
10) Kuncup Berseri by Nh. Dini
11) Paquita dan Pangeran Bianglala by Citra Rizcha Maya
12) Bared to You by Sylvia Day
13) Slammed by Colleen Hoover
14) Pulang by Leila S. Chudori
15) Amba by Laksmi Pamuntjak
16) The Outsiders by Michelle Paver
17) Angel Creek by Linda Howard
18) Cewek Matre (baca ulang) by Alberthiene Endah
19) Tea For Two by Clara Ng
20) What Happened to Goodbye by Sarah Deseen

2.  Let Me Count the Ways Reading Challenge
RC ini di-host oleh Avanti Ciera, untuk info lengkapnya silakan klik avanticiera.com. RC ini mengajak kita untuk menghitung jumlah halaman dari semua buku yang kita baca dalam setahun. Lucu juga ya RC ini. Saya enggak pernah ngitungin berapa lembar halaman buku yang saya baca per tahunnya. Dengan asumsi optimis bisa membaca 100 buku dengan jumlah halaman minimal 200 lembar per buku, maka kurang lebih saya bisa membaca 20.000 halaman setahun. Tapi, saya enggak mau muluk-muluk, deh. Saya pilih Level Diamond 8.001 - 10.000 halaman saja.

3. Authors A-Z Challenge
RC ini di-host oleh Samantha, untuk info lengkapnya silakan klik samantha-lin.com. RC ini mengajak kita untuk membaca buku sesuai inisial nama penulisnya secara alfabet. Tahun 2015 urutan didasarkan nama belakang. Wohooo.... ini daftarnya, nanti akan di-update, ya.
A: Ardianti, Nina - Glam Girls (baca ulang, lupa cerita)
B: Brown, Sandra - Rainwater
C: Clare, Cassandra - City of Bones
D: Dahlian - Casablanca
E: Efendi, Winna - Tomodachi
F: Freya, Clio - Traces of Love
G: Galbraith, Robert - The Cuckoo's Calling
H: Hanaco, Indah - Run to You
I: Intanya, Tessa - Reputation (baca ulang, lupa cerita)
J: James, Julie - Something About You
K: Kerrigan, Kate - The Miracle of Grace
L:Levithan, David - Every Day
M: McGarry, Katie - Dare You To
N: Natassa, Ika - Twivortiare 2
O:Oktavia, Widyawati - Kucing Melulu dan Cerita Cinta (Me)lulu
P: Puspitadewi, Windhy - Confeito
Q: Quinn, Julia - The Duke and I
R: Ramadhina, Windry - Montase
S: Simamora, Christian - As Seen On TV
T: Tohari, Ahmad - Bekisar Merah
U: Umres, Nora - Hidup Love is Blind
V:Verne, Jules - Arund the World in Eighty Days
W: Wilson, Jacqueline - The Worry Website
X: ?
Y: Yance, Rick - The 5 Wave
Z: Zusak, Markus - The Book Thief

Yang pengin nyari inspirasi penulis berdasar inisial namanya, sila cek di wikipedia.

4. Full House Reading Challenge
RC ini di-host oleh Book Date, untuk info lengkapnya silakan klik bookdate.blogspot.nz. RC ini mengajak kita membaca buku untuk sesuai dengan tema yang terdapat pada tabel berikut:

Nanti di-update buku-bukunya, ya.

5. What's In A Name
RC ini di-host oleh The Worm Hole, untuk info lengkapnya sila klik: wormhole.carnelianvalley.com. RC ini mengajak kita untuk membaca buku yang di dalamnya mengandung unsur-unsur tertentu. Untuk edisi tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1) A word including "ing" in it: Stealing Parker by Miranda Kenneally, Looking for Alibrandi by Melina Marcheta, Looking for Alaska by John Green
2) A colour: The White Tiger by Aravind Adiga (baca ulang)
3) A familial relation: Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya
4) A body of water: On the Island by Tracey Garvis Gaves
5) A city: Last Minute in Manhattan by Yoana Dianika (lanjut baca)
6) An animal: Bekisar Merah by Ahmad Tohari

6. 2015 Paulo Coelho Reading Challenge
RC ini di-host oleh Yuska Vonita, untuk info lengkapnya sila klik: lustandcoffee.wordpress.com. RC ini mengajak kita untuk paling tidak membaca satu buku karya Paulo Coelho selama tahun 2015. Hmm, bolehlah. Saya sudah punya beberapa buku Paulo hasil bongkar-bongkar di obralan. Ada alasan untuk segera membacanya, nih.

7. Monthly Key Words
RC ini di-host oleh Bookmark to Blog, untuk info lengkapnya sila klik: bookmark2blog.blogdpot.com. RC ini mengajak kita untuk seseruan baca buku sesuai dengan kata kunci yang telah ditentukan per bulannya. Ini dia daftar kata kuncinya:


JAN- Bird, Girl, Ever, Silence, Bad, Truth, End    
FEB- Key, Water, Lie, Chase, And, Once      
MAR- Kind, Face, Power, City, Blue, Night, To
APR- Dream, Prince, Long, Wind, Rose, The, Rock
MAY- Ash, Road, Thief, Bend, In, Far
JUN- My, Together, Whisper, Win, Soul, Sleep
JUL- Sun, Unto, Energy, Fate, High, Look
AUG- Fall, Boy, Glass, Heart, Lost, Now
SEP- Color, Touch, Life, Day, How, Sweet
OCT- Ghost, Home, Beach, Away, Test, Number
NOV- Rise, Holiday, And, Little, Call, Dark
DEC- Space, Mirror, Over, Flower, Trap, Cold


8. (sedang disusun) "Aku Cinta Kamu" Reading Challenge, hosted by me. Pada dasarnya ini tantangan membaca biasa, tapi hanya dikhususkan untuk buku-buku berlogo/label resmi METROPOP, AMORE, dan TEENLIT terbitan Gramedia. Detail reading challenge-nya menyusul yaaa...

Selamat bersenang-senang di tahun 2015 ya, tweemans....

Saturday, October 4, 2014

[Fun Games] Taylor Swift Book Tag


Saya selalu ragu untuk langsung spontan mengikuti meme-meme perbukuan yang banyak di blog-blog buku seru yang biasa saya kunjungi. Saya pikir mesti dapat undangan terlebih dulu (semacam di-tag gitu) sebelum ikutan. Dan... saya pun tersenyum-senyum kecil ketika nemu meme Taylor Swift book tag. Wow, saya selalu bersemangat ngomongin buku terus dicampur sama karya seni yang lain. Di sini berarti dicampur sama musik-musik seru yang secara spesifik diciptakan atau dinyanyikan oleh the one and only Taylor Swift, diva musik country yang masih sangat belia namun sudah bertabur prestasi itu.


Taylor Swift book tag digagas oleh The Book Life dengan mengunggah videonya di youtube: Taylor Swift Booktube. Seru book tag-nya. Dan, setelah Sulis si Peri Hutan mem-posting meme ini di blog-nya, saya pun dengan tak tahu malunya minta di-tag. Hehehe. Dan, inilah apa yang melintas di benak ketika ngomongin soal Taylor Swift dan buku. Nah, kalau kamu mau ikutan juga nulis soal ini, silakan ya. Nggak mesti nunggu di-tag juga ternyata.



1. For ‘We Are Never Ever Getting Back Together’ pick a book (or book series) that you were pretty sure you were in love with, but then wanted to break up with.
Hmm, apa, ya? Love, Hate, and Hocus-Pocus-nya Karla M. Nashar, sepertinya. Awalnya, saya suka bagaimana Karla membangun karakter para tokohnya, tapi kemudian adegan anjing-kucingnya enggak kelar-kelar. Udah gitu gaya bertengkarnya pun norak, saling marah tapi bilingual, Gadis teriak apa di bahasa Indonesia, dibales Troy teriak yang sama dalam bahasa Inggris. Haishhh, capek keleeeuuus. Berakhir dengan hanya saya kasih satu bintang. Huh!

2. For ‘Red’ pick a book with a RED cover. 
Red. RED. Buku apa yang kovernya merah yang langsung keinget, ya? Hmm... Crash into You-nya aliaZalea. 


3. For ‘The Best Day’ pick a book that makes you feel nostalgic.
KluBelimbing Meraih Bintang-nya Nuri Dhea S bikin saya keinget zaman-zaman SMA. Kenapa saya dulu enggak bisa gabung ke genk apa gitu biar kalau udah tuwa gini kan bisa diinget-inget masa SMA-nya, hehehe. Dulu saya alim bin jaim banget, kayaknya. Yang keinget cuman soal PR, berangkat sekolah, dan usaha gimana cara jadi ranking satu. #Ngek.

4. For ‘Love Story’ pick a book with forbidden love.
Hmm, cinta terlarang, ya? Sebaiknya sekalian yang enggak biasa, ya. Maksud saya bukan yang lazim gitu, cowok-cewek. Cinta terlarang yang cowok sama cowok atau cewek sama cewek pasti lebih kontroversial, hahaha. Saya pilih Lelaki Terindah-nya Andrei Aksana, deh.



5. For ‘I Knew You Were Trouble’ pick a book with a bad character you couldn’t help but love.
Jelas banget saya pilih Cewek Matre-nya Mbak Alberthiene Endah, donk. Well, Lola --si cewek matre di buku ini-- sejatinya enggak yang bad in a bad way juga, sih. Cacatnya dia cuman satu, ya matre-nya itu, hehehe. Tapi, karena itu juga, buku ini masih terus dan terus jadi buku terfavorit saya sepanjang masa (so far).

6. For ‘Innocent’ (written b/c of Kanye West!) pick a book that someone ruined the ending for.
Sama kayak Sulis, saya kok lupa ya, Taylor Swift punya lagu judulnya ini. Ketahuan, deh, saya cuman pernah denger lagu-lagunya Taylor Swift yang memang dijadiin single resmi, enggak semua lagunya Taylor saya dengerin memang. Oke, untuk innocent, saya pilih Winter in Tokyo-nya Ilana Tan. Duhh, itu, ya, ada satu bab krusial menjelang ending yang paling pengin saya tipe-ex karena spoiler banget buat alurnya. Kalau enggak ada bab itu, saya pasti masih deg-degan nungguin akhir ceritanya. 

7. For ‘Everything has changed’ pick a character from a book who goes through extensive character development. 
Ngomongin karakter yang kuat, saya langsung keinget Rafael alias R4 alias R paling kecil di serial The Chronicles of Audy-nya Orizuka. Yang paling kerasa di buku 1-nya, sih. Sewaktu diminta memeriksa aksara (proofread) naskahnya, saya langsung protes, tuh, sama Orizuka, "Kok, Rafael-nya gini banget. Masak ada, sih, anak umur empat setengah tahun terus gayanya begitu? Enggak masuk akal ini!" Tapi, ketika saya makin larut di sepanjang kisahnya, saya baru sadar bahwa karakter Rafael-lah yang bikin saya paling trenyuh ketika sampai di halaman terakhir. Saya jadi tahu bahwa ada alasan mengapa Rafael dihidupkan dengan karakter seperti itu. 

8. For ‘You Belong With Me’ pick your most anticipated book release.
Saya maunya bohong, sih, bahwa saya enggak nunggu buku ini dirilis gara-gara harganya yang mahal. Tapi... saya bener-bener enggak bisa kalau enggak beli kumcer Cerita Cinta Indonesia yang ditulis sama 45 Penulis GPU ini. Ahhh, siapa yang bisa nolak Ika Natassa, Dewie Sekar, aliaZalea, Ken Terate, dan Retni SB di satu buku. Hayo, siapa yang bisa nolak? Saya, sih, enggak bisa nolak. MUST BUY book of the year kalau ini, sih.



9. For ‘Forever and Always’ – Pick your favourite book couple.
Jodik untuk Tita di novel My Partner-nya Retni SB. sebagai sesama cowok, saya pengin kayak Jodik yang ngelamar Tita dengan ngajak dia ke rumah yang saya bangun (atau beli) dengan uang hasil keringat saya sendiri buat nunjukin betapa seriusnya saya kepingin dia jadi "ibu" di rumah itu. Ahhh, romantis yang enggak lebay, menurut saya.

10. For ‘Come Back, Be Here’ pick the book you would least like to lend out, for fear of missing it too much. 
Maunya saya jawab, "SEMUA BUKU!" tapi karena disuruh milih secara spesifik, saya bakal jawab novel seri Harry Potter. Itu salah satu harta karun saya. Selain Cewek Matre, serial Harry Potter adalah buku kesayangan yang bikin minat dan hobi membaca saya meningkat drastis. 

Bonus Questions dari Sulis.
11. Teardrops on My Guitar - Pick a book that made you cry a lot.
If I Stay. Definitely. Saya sampai harus menutup dulu (lupa di halaman berapa) terus membekap mulut dengan bantal biar enggak ketahuan tetangga indekos. Duh, entar dikiranya apaan, saya mewek di jam 3 pagi! Tapi, serius, saya enggak bisa nahan haru pas baca buku itu. Di bagian yang mana, sudah saya resensi di sini: Resensi Novel If I Stay. 

12. Shake it Off - Pick a book that you love so much, you just shake off the haters.
Trilogi Zona-nya Dewie Sekar. Kayaknya banyak yang bilang ceritanya terlalu sinetron, bolong logika di sana-sini, cowoknya cengeng, ngebesar-besarin masalah, dan-seterusnya-dan-seterusnya, tapi buat saya, Zona adalah tipikal karakter cowok yang cowok banget meskipun yang nulis cewek. Jarang saya bisa nemu cowok yang cowok banget di novel (romance, tentu saja). Mungkin karena kebanyakan penulisnya perempuan kali, ya, jadi masih tetep kepengaruh hormon progesteron dan berasa enggak pas kadar kecowokannya.  

My Bonus Question
13. Enchanted - Pick a book that you bought it spontaneously because you fell in love at first sight.
Salah satu rekreasi yang sering saya lakukan adalah window shopping ke toko buku langganan. Niat awal mungkin cuman update buku-buku baru, tapi pas nyampe ternyata nemu buku yang sudah langsung bikin saya enggak bisa nahan buat beli tanpa alasan yang jelas. Well, bisa karena kovernya, bisa karena sinopsisnya, bisa karena pengarangnya. Dan, satu buku yang saya beli secara impulsif itu adalah Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion (L.S.D.L.F.)-nya Syahmedi Dean. Dan, saya enggak salah ambil, saya suka --pake banget-- sama buku itu. 

Ini lagu Enchanted dari Taylor Swift di album Speak Now (2010), salah satu lagu Taylor favorit saya.


Tuesday, September 9, 2014

[Top Ten Tuesday] Sepuluh pengarang atau novel metropop yang kurang mendapat apresiasi


The Broke and the Bookish original title: Top Ten Underrated Authors or Books in X genre. 


Agak berat juga topik Top Ten Tuesday hari ini. Saya pun mulai berpikir keras mengais informasi tentang sepuluh pengarang atau buku dalam lini metropop yang sebenarnya bagus tapi kurang mendapat respons dari pencinta buku tanah air. Tentu saja, ini berdasar versi saya belaka. Dari semua alasan, saya pun berusaha mencari yang benar-benar objektif yang memungkinkan kesepuluh nama pengarang atau judul novel metropop dalam daftar saya ini memang masuk kategori TTT hari ini. Dan, dikarenakan saya tak memiliki data akurat, maka daftar ini hanya berdasar asumsi saya saja, jika ada yang ingin menyanggah, saya persilakan.

Sepuluh pengarang atau novel metropop yang kurang mendapat apresiasi (dari yang seharusnya) ini saya landaskan pada kalahnya pamor mereka dibanding novel-novel metropop lain yang sangat populer atau semestinya kesepuluh nama atau judul berikut juga bisa sepopuler seperti yang lain.

1. Dewie Sekar. Oke, saya memang fans berat Mbak Dewie. Jadi, mungkin memang ini hanya sebatas penilaian subjektif, tapi saya merasa semestinya buku-buku karangan Dewie Sekar bisa jadi best-seller di mana-mana. Saya menyukai hampir seluruh buku-buku karangannya. Buat saya apa pun yang ditulisnya selalu berhasil membuat saya terperenyak lalu tersenyum bahkan kadang terpingkal. Saya hanya bisa mendoakan semoga akan banyak pembaca buku menyadari betapa karya tulis Dewie Sekar sungguh sayang jika tak dibaca.

2. Trilogi Zona by Dewie Sekar. Masih berkaitan dengan Dewie Sekar. Saya pun merasa trilogi debutan karya beliau ini kurang mendapat apresiasi dari yang seharusnya. Buat saya pribadi, di tengah belantara judul-judul metropop pada masanya, novel Dewie Sekar ini membawa gaya yang berbeda. Masih tentang kaum urban tapi tak diilustrasikan terlalu hedon. Bukan soal ngopi-ngopi di kafe lucu, tapi soal gadis metropolitan yang mesti menjejak bumi Aceh yang berbau anyir untuk mengejar cintanya. Ada pesannya, pun dengan balutan unsur khas metropop yang memesona. Dan, karakterisasi dari novel ini begitu kuat.


3. Alberthiene Endah. Oh, ini bukan tentang beliau yang saat ini lebih dikenal sebagai "Ratu Biografi Indonesia" tapi tentang betapa piawainya Mbak AE mengonversi gambaran kaum metropolitan (khususnya Jakarta) menjadi rangkaian cerita yang menghipnotis dan penuh humor cerdas dalam beberapa novel metropop atau seri lajang kota yang dulu pernah ditulisnya. Terus terang, saya kangen tulisan fiksi beliau. Kebetulan saya bukan pencinta buku biografi, jadi saya tak mengoleksi buku-buku biografi karya Mbak AE.


4. Apa Maksud Setuang Air Teh (AMSAT) by Syahmedi Dean. Buku keempat sekaligus penutup tetralogi novel metropop "4 Wartawan Lifestyle" ini menjadi salah satu novel metropop favorit saya. Di sini saya bertindak selaku fans yang terang-terangan menyukai karya tulis Bang Dean. Pada banyak kesempatan, saya mencoba mempersuasi siapa pun yang kepingin mencoba genre metropop untuk membaca salah satu karya-karya Syahmedi Dean.


5. My Partner dan Pink Project by Retni SB. Berdasar data goodreads.com buku-buku karangan Mbak Retni lumayan banyak juga kok yang sudah dibaca (dan diberikan rating) dibanding beberapa yang saya sebut di atas. Namun, saya tetap merasa seharusnya novel-novel Retni SB pun bisa diapresiasi lebih banyak lagi oleh pencinta novel metropop.



6. The Lunch Gossip dan The Lunch Reunion by Tria Barmawi. Oke, saya hampir nangis baca The Lunch Reunion. Saya tak punya banyak kata-kata, yang mau saya bilang, berilah kesempatan untuk membaca dua buku ini. Nikmati pelan-pelan saja. Kalau mau yang lebih nendang baca The Lunch Reunion lebih dulu (meski ini buku sekuelnya). 

7. Say No to Love by Wiwien Wintarto. Novel ini semacam proyek novel impian yang kepingin banget saya tulis. Hampir seluruh karakter dalam novel ini protagonis. Well, ada sisi antagonis tapi tanpa perlu pelatat-pelotot begitu. Cukup ada sisi gelap berkabut untuk bisa menyadarkan kembali bahwa kita, seburuk apa pun, memiliki dasar yang sama: kebaikan.

8. Three Weddings and Jane Austen by Prima Santika. Saya tahu, buku ini beralur lambat dan cenderung gampang menerbitkan kebosanan, tapi jika bisa dinikmati dengan baik, maka buku ini cukup memberikan sentilan untuk direnungkan. Dan, bagi pencinta Jane Austen, buku ini bisa dibilang tribute untuk pengarang legendaris itu.

9. Morning Brew by Nina Addison. Novel ini menjadi salah satu novel debutan metropop yang saya suka dan berharap pengarangnya segera menulis cerita yang lain karena saya sudah jatuh cinta pada gaya menulisnya.

10. Bidadari Santa Monika by Alexandra Leirissa Yunadi. Novel ini menjadi salah satu novel metropop yang mesti saya baca dua kali dulu untuk bisa merasai feel-nya, hehehe. Sekaligus untuk memahami maksudnya. Namun, pada akhirnya saya jatuh cinta pada novel ini dan berkeinginan untuk membaca karya yang lain dari Alexandra.

Catatan: saya memasukkan buku-buku yang sudah saya baca saja, belum seluruh novel keluaran lini metropop saya baca.

Demikian, sepuluh daftar pengarang atau buku (mungkin tampak lebih dari sepuluh, ya, hehehe) dari lini metropop yang kurang mendapat apresiasi dari pembaca Indonesia, khususnya pembaca novel metropop atau novel romance. Pada akhirnya, saya masih berkesimpulan bahwa genre atau lini metropop inilah yang memang belum banyak menyita minat pembaca. Harapan saya, sih, berikan satu atau dua kesempatan untuk membaca novel-novel terbitan lini metropop. Coba googling atau gooreading dulu sebelum mencomot satu yang ingin kamu baca.

Selamat membaca, tweemans.

Tuesday, September 2, 2014

Sepuluh tokoh fiksi favorit yang seharusnya main bareng di jam istirahat sekolah


The Broke and the Bookish original title: Top Ten Book Characters That Would Be Sitting At My Lunch Table (you know...back to school theme)


Kalau saja di zaman sekolah dulu ada tokoh-tokoh ini dalam kehidupan seorang Ijul sang culuner di sekolahan, mungkin semuanya akan berbeda, ya.

1. Hermione Granger (Harry Potter series by JK Rowling)
Siapa sih yang enggak mau berteman dengan gads supercerdas ini? Well, meski terkadang agak menyebalkan karena saya enggak bakal bisa menyainginya di bidang akademis, setidaknya saya bisa 'mencuri' kebiasaan belajar dan meminta tips belajar darinya.


2. Harry Potter (Harry Potter series by JK Rowling)
Oke, mungkin bakalan agak depresi ya hang-out bareng teman yang dikejar-kejar Raja Kegelapan, tapi Harry-lah yang mengalami segala keseruan di London yang penuh magic. Kalau sampai nggak berteman sama Harry bisa ketinggalan banyak hal menyenangkan dari dunia sihir.


3. Ronald Weasley (Harry Potter series by JK Rowling)
Hahaha, sekalian saja sih gang Harry Potter disebutkan semua, ya. Tapi kalau saya berharap bisa main bareng Hermione dan Harry pas jam istirahat, saya pasti mau juga main bareng Ron. Mereka bertiga kan enggak terpisahkan. Kayaknya obrolan kami bakalan terus hidup kalau ada dia.



4. Ava Torino (L by Kristy Nelwan)
Saya enggak akan pernah bisa melupakan Ava dan segala obsesinya yang ingin memacari cowok-cowok berdasar abjad secara lengkap. Saya mau deh ikutan, hehehe, maksudnya saya bakal memacari cewek-cewek berdasar abjad juga gitu...:) #soklaku *curhat*

5. Harris Risjad (Antologi Rasa by Ika Natassa)
Saya itu orangnya culun abis sejak TK. Pemalu tingkat kecamatan dan punya masalah kepercayaan diri. Kayaknya kalau saya bisa main bareng Harris di jam istirahat, saya bisa minta tolong dia ngajarin saya untuk sedikit bengal dan bisa menggodai cewek-cewek di sekolahan.

6. Augustus Waters (The Fault in Our Stars by John Green)
Berulang kali saya kehilangan semangat menjalani hidup. Bahkan, pernah saya bertanya, baik pada diri sendiri, teman, atau Tuhan sekalipun, "Mengapa sih 'bunuh-diri' itu diharamkan? Bukankah katanya hidup itu sebuah pilihan, dan mengakhiri kehidupan itu juga merupakan sebuah pilihan?". Nah, kalau bisa main bareng Augustus kayaknya bakal bisa tertular semangat hidupnya.

7. Lola (Cewek Matre by Alberthiene Endah)
Hahaha, kalau ini saya murni suka banget sama bukunya. Kalaulah bisa hang-out bareng Lola dan saya diporotin sama dia, hmm, enggak apa-apa, deh. Atau, lebih seksi lagi kalau saya bisa belajar jadi "cowok matre" ke dia.

8. Didi (Fashion Journalist series by Syahmedi Dean)
Saya yakin, Didi yang cablak bisa bikin suasana enggak bakal pernah garing,. Yah, meskipun mungkin akan bikin dongkol juga kalau mulut dia seenaknya mengkritik sana-sini. Tapi, saya jelas butuh seseorang yang 'jujur' pada saya karena sudah sejak lama saya menjadi orang yang agak-terlalu-defensif. Sekali-kali saya ingin jadi orang kalem merespons serangan dari orang lain alias enggak gampang panasan 'dipedesin' orang lain.

9. Jo (Jurnal Jo series by Ken Terate)
Jo itu super-duper keren deh orangnya. Dia juga aslinya baik meskipun ceplas-ceplos kayak mercon banting. Dia juga setia kawan dan memegang prinsip yang diyakininya. Saya bisa belajar darinya untuk memandang hidup dengan penuh kreativitas.

10. Aulia (Restart by Nina Ardianti)
Aulia ini cuma cameo di novel fenomenal "Restart" karya Nina Ardianti, tapi dia selalu berhasil mencuri perhatian di setiap adegan yang ada dianya. Saya yakin dia bisa jadi teman yang seru dan hari-hari enggak bakalan kacrut lagi, deh.

Nah, itu dia sepuluh tokoh fiksi yang saya harap bisa diajak main bareng pas jam istirahat sekolah, dan saya rasa sekolah akan lebih seru kalau ada mereka. Kalau kamu siapa?

Tuesday, August 26, 2014

Top Ten Books Ijul Wants to Read but Doesn't Own Yet


Ini adalah kali pertama ikut meme Top Ten Tuesday yang diselenggarakan oleh blogger buku The Broke and the Bookish. Well, mestinya dalam bahasa Inggris ya, biar bisa dimengerti sama blogger buku yang lain. Tapi enggak apa-apa deh, saya memutuskan untuk ikut meme ini dalam bahasa Indonesia saja, meskipun sepuluh buku yang masuk dalam daftar bisa jadi buku berbahasa Inggris (yang belum ada versi terjemahannya).


Oke, jadi inilah sepuluh buku yang ingin saya baca tapi saya belum memilikinya.

1. Obsidian by Jennifer L. Armentrout (edisi terjemahan diterbitkan oleh StudioKata Books)
Sejak lama saya sudah berminat membaca buku-buku karya Jenny tapi belum satu pun yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan saat itu saya tak memiliki pengetahuan soal akses buku aslinya. Hanya sempat mengunduh gratisan di laman internet tapi belum dibaca juga.

2. Dear Friend with Love by Nurilla Iryani (Penerbit Stiletto Books)
Sebenarnya saya sudah pernah membeli dan sempat membaca sampai dengan dua bab buku ini, namun dikarenakan keteledoran yang teramat sangat saya malah meninggalkan buku ini di ATM Mandiri di kawasan Hotel Kartika Chandra. Berhubung saya lagi malas hari itu, saya relakan lah seandainya novel itu hilang (sorenya saya balik lagi ke situ dan novelnya sudah raib).


3. Wallbanger by Alice Clayton (edisi terjemahan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo)
Saya suka Twisted by Emma Chase, dan banyak yang bilang novel ini pun sesegar (dan seseksi) Twisted sehingga saya sangat berminat untuk membacanya.

4. Dunia Mara by Sitta Karina (Penerbit Literati-books)
Saya memang belum pernah menyelesaikan satu pun novel-novel Sitta yang sebenarnya sangat hits di kalangan pembaca novel romance lokal (saya pernah mencoba baca Pesan dari Bintang dan Lukisan Hujan), tapi entahlah, saya sulit jatuh cinta pada gaya menulisnya. Popularitas Dunia Mara ketika kali pertama diluncurkan membangkitkan kembali rasa penasaran saya untuk mencicipi kembali gaya menulis Sitta.

5. Will Grayson, Will Grayson by John Green and David Levithan
Murni karena hype dari buku-buku kedua penulis ini, dan saya ingin tahu seperti apa kolaborasi dua penulis lelaki dalam satu novel Young Adult.

6. Bulan Terbelah di Langit Amerika by Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra (Gramedia)
Saya terpesona (dan terpuaskan) baik buku maupun adaptasi film 99 Cahaya di Langit Eropa (terutama part 1-nya), dan meskipun telah berkali-kali berhasrat membeli buku ini, niat itu selalu gugur.

7. Beautiful Liar by Dyah Rinni (Gagas Media)
Marginalia masih menjadi salah satu novel romance lokal yang membuat saya jatuh cinta. Gaya menulis Dyah pun masuk dalam kategori kesukaan saya. Tapi, Unfriend You masih belum saya sentuh. Saya justru lebih penasaran sama yang ini, yang juga menjadi salah satu novel pilihan di loma menulis 7 Deadly Sins di Gagas Media.

8. One Day One Juz by Miftahul A. (Serambi)
Teman seruangan saya di kantor sudah berulang kali mengajak saya bergabung dalam gerakan One Day One Juz ini, tapi saya selalu mesem-mesem saya ketika ditawari. Saya pengin baca buku ini dulu untuk menggenjot motivasi.

9. Sabtu Bersama Bapak by Adhytia Mulya (Gagas Media)
Topiknya saya banget. Saya baru menyadari arti penting seorang bapak justru ketika saya sudah dewasa. Saya ingin menyusuri kembali masa kecil saya dengan mencoba mengingat peran bapak dalam hidup saya.

10. Assalamualaikum, Beijing! by Asma Nadia (Noura Books)
Saya tumbuh besar sebagai pencinta buku (dan gemar membaca) karena tulisan-tulisan Asma Nadia yang dulu bersama dengan Generasi FLP membuat saya tak bisa menahan diri membeli buku dan membacanya dengan penuh semangat.