Friday, June 7, 2013

[Buku Yang Ditunggu] Surga Retak, Skenario Remang-Remang, Hawa, All You Can Eat, A Miracle of Touch


Timbunan buku saya masih banyak. Kecepatan membaca saya pun melambat tak keruan. Tapi, niatan menunggu terbitnya novel-novel baru tetap saja terpatri di hati saya. Hahaha. Beberapa buku yang saya tunggu terasa spesial karena saya benar-benar kangen merasai pengalaman membaca karya pengarang tersebut setelah sekian lama tak berkiprah di dunia perbukuan. Beberapa yang lain, karena dorongan hati yang berharap buku-buku yang saya tunggu itu mampu memberi kepuasan tersendiri. Woohoo...

#1. Surga Retak oleh Syahmedi Dean

Mata akan terbuka ketika hati mencari cinta

Bapak mempertaruhkan Ibu di meja judi, padahal dalam pertaruhan kelas seribu rupiahan saja Bapak selalu kalah. Perhitungan Bapak terlalu gegabah, tidak sebanding dengan keberanian orang-orang lain yang sudah terlatih berjudi sejak Belanda mengembangkan kapitalisme di tanah Deli. Belanda mendatangkan orang-orang Shantou dari Cina, orang-orang Tamil dari India, orang-orang Bagelen dari Jawa, untuk diperbudak paksa. Belanda mempertuankan diri di tanah Deli, menabur hiasan judi dan pelacuran, menciptakan kegaduhan, membuat nasib rakyat jelata berbentuk mozaik penuh luka. Bapak hanyalah sisa-sisa nasib di ujung zaman yang berlari dari kekalahan hidup, melintasi tanah-tanah perkebunan peninggalan Belanda, tanah yang semakin panas diperebutkan “siluman”. Bapak membuat Suri seperti tercabut dari kebahagiaan, kabur di malam buta dengan motor tua, menuju harapan baru, meninggalkan indahnya cinta yang baru mekar di belakang. Suri mempertanyakan hidup, siapa Bapak sebenarnya, kenapa semua cinta hilang berserakan?

Rencana terbit: 4 Juli 2013



#2. Skenario Remang-Remang oleh Jessica Huwae

"Skenario Remang-Remang menghadirkan sejumlah kisah kehidupan manusia yang mampu membuat kita berpikir, berefleksi, dan lebih menghargai hidup. Puitis, romantis, dan terkadang mengiris."
(Marissa Anita, Presenter)

"Kehidupan orang-orang biasa yang jatuh atau kalah sering menjadi sumber inspirasi yang kaya bagi para pengarang fiksi. Namun, Jessica memiliki kepiawaian untuk memberinya sentuhan yang berbeda.Ia tidak meromantisasi tragedi atau membuatnya menjadi lebih getir dari realitasnya.Ia bertutur tentang pengkhianatan, perpisahan, kebohongan, juga harapan, dengan kepekaan tinggi.Menghasilkan kisah-kisah menyentuh yang menahan kita untuk cepat menghakimi dan, sebaliknya, membangun simpati kita bagi mereka yang kalah dan tersisih meski mereka juga bukan orang-orang suci tak berdosa. Jessica sangat cerdas meramu peristiwa dan membangun akhir cerita yang hampir selalu mencengangkan. Ada banyak penulis fiksi dewasa ini, tetapi tak banyak yang mampu bercerita dengan jujur dan mengalir seperti Jessica Huwae."
(Manneke Budiman, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI)

"Membaca kumpulan cerita ini rasanya seperti menyaksikan dongeng Alice in Wonderland yang kaya akan kosakata dan sarat ide. Jessica sebagai penulis dan wartawan yang terbilang muda mampu menangkap semua ide dan kondisi yang ada di sekitarnya menjadi cerita-cerita yang menarik—yang mewakili romantika, paradok, manis-asam kehidupan masyarakat urban yang diolah dengan gurih. Bernas, juga cadas!"
(Hadriani Pudjiarti, Jurnalis Harian Tempo)

"Ada harga yang harus dibayar dengan menjadi perempuan. Itulah salah satu kalimat kunci yang merangsang dalam kumpulan cerita ini. Dari situ kita diajak untuk menyelami betapa perempuan begitu sensitif terhadap detail; detail tubuh, detail perasaan, detail waktu, detail kenangan, bahkan detail nasib. Barangkali karena itulah perempuan lebih bisa menghayati misteri nasib seperti ia bisa merasakan adanya hubungan magis antara tangan yang bekerja dalam derita dan lezatnya masakan."
(Joko Pinurbo, Penyair)

Rencana terbit: 4 Juli 2013

#3. Hawa oleh Riani Kasih

Belum ada bocoran apa pun dari novel ini, namun pengalaman membacanya ketika menjadi panitia Lomba Penulisan Novel Amore 2012 masih membawa kesan yang manis sehingga saya pun berharap semoga novel yang meraih gelar Juara ke-2 dalam lomba kepenulisan itu segera naik cetak dan terbit. Amiin. Saya suka dengan latar belakang salah satu tokoh utama di novel ini. Wahhh, pas baca saya langsung, "WOW, nggak biasa banget ini tokohnya. Bagus lagi pembawaannya. Keren!"

#4. All You Can Eat oleh Christian Simamora


‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

#5. A Miracle of Touch oleh Riawani Elyta

Naskah ini juga jebolan Lomba Penulisan Novel Amore 2012 yang kebetulan saya beruntung sebagai pembaca pertamanya. Sama dengan Hawa, saya kepincut latar belakang tokohnya yang unik dan berbeda dari novel-novel romance saat ini. Jadi salah satu wishlist buat dikoleksi deh ini.

Nah, kalau kamu, tweemans, ada buku yang kamu tunggu terbitnya? Happy waiting!

[Sedang Dibaca] ROMA by Robin Wijaya dan Sott'er celo de Roma by Donna Widjajanto


Saya sudah berulang kali mengingatkan diri sendiri untuk tak membaca dua atau lebih novel dengan latar belakang tempat, tema, adegan, atau tokoh yang sama dalam waktu yang berdekatan. Kecuali novel seri, saya pun mencoba menghindarkan diri untuk membaca karya seorang pengarang secara maraton. Mengapa? Karena saya selalu diliputi kegemasan tersendiri jika menemui titik buntu dalam membaca gara-gara harus berhenti sejenak karena merasai deja vu. Rasa itu pasti akan terbawa ketika saya menulis reviu di akhir sesi pembacaan. Dan, itu yang sedang saya usahakan untuk tidak terjadi. Jika tingkat kesamaan tidak mirip banget-nget-nget, mulai saat ini saya menghindari menyebutkannya di dalam resensi (soalnya saya cenderung mudah terganggu pada kesamaan-kesamaan dalam cerita, sekecil apa pun kesamaan itu!)



Namun, segala rencana tetaplah rencana ketika saya justru 'disetir-alam-bawah-sadar' membaca dua novel ini secara bersamaan. Hahaha, alasan banget! Entahlah, ketika memutuskan membarengkan-baca dua novel ini, dalam benak saya cuman melintas satu gagasan, "Kayaknya enak deh kalo dibaca barengan. Sama-sama di satu kota tho? Anggep aja lagi naek kereta lalu ngeliatin Roma sepuasnya, sekali jalan aja." Begitu kira-kira alasan saya. Syukurlah, sampai masing-masing sudah tertempuh separuh jalan, saya masih enjoy menikmati keduanya. Lagi pula, tokoh dan konflik kedua novel ini berbeda kok. Yang satu tentang sepasang teenager (remaja) yang ikut tour senang-senang ke Roma (sott'er celo de Roma), yang satu lagi tentang pelukis berbakat Indonesia yang (seolah) bertemu muse-nya di Roma (ROMA).

Kamu sendiri sedang baca apa, tweeman? Jika belum ada bacaan, yukk baca dua novel ini bareng saya. Atau baca Book of the Month kita, Melbourne, karya terbaru dari Winna Efendi juga boleh. Atau lagi, kamu juga bisa membaca karya-karya dari Author of the Month kita, Indah Hanaco, yang sudah banyak beredar di toko-toko buku.

Selamat membaca, tweemans!

Wednesday, June 5, 2013

[Pengumuman] Yang Beruntung di Giveaway COUPL(OV)E


Ahh, setelah kembali ngantor seperti biasanya, kesibukan akan rutinitas pun menyedot atensi saya sehingga beberapa hal di luar pekerjaan utama harus saya nomor-sekiankan dulu. Termasuk mengumumkan yang beruntung di giveaway hari terakhir di rangkaian #BanjirGiveaway yang diadakan di blog ini. Bahkan untuk menulis resensi CoupL(ov)e juga belum sempat. Baru dapat tiga paragraf saja kemarin.


Baiklah, sebelumnya saya sampaikan rasa syukur dan terima kasih karena selama event #BanjirGiveaway banyak tweemans yang ikut berpartisipasi. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para pengarang yang berkenan menyediakan hadiah atau berkenan di-mention ketika giveaway diadakan. Semoga di lain waktu dapat menyelenggarakan giveaway yang lebih meriah lagi. Amiin.

Untuk giveaway novel CoupL(ov)e karya Rhein Fathia, salah satu novel bagus yang saya baca akhir-akhir ini, saya kembali menggunakan metode undian menggunakan aplikasi The Hat karena pertanyaan yang saya buat bersifat terbuka, di mana jawaban apa pun yang tweeman tuliskan tentu tidak ada yang salah, meskipun saya tetap memilah-milah, apakah jawaban tweeman tersebut cukup oke untuk mendapat hadiah, jika tidak saya undi ulang (karena beberapa tweeman seperti menjawab asal aja). Nah, setelah diundi, yang beruntung mendapatkan satu eksemplar novel romance CoupL(ov)e adalah...



Selamat untuk Nuril, semoga novel ini bisa membuatmu bernostalgia dan kian mensyukuri betapa indahnya menikahi sahabat sendiri yaaa.....

Buat tweeman yang lain, terima kasih sudah berpartisipasi. Mohon maaf tidak dapat memenangkan semuanya, meskipun pengennya sih ngasih satu-satu ke kalian, tapi yaaa...saya mampunya masih segini. Tetap semangat karena di lain waktu (mungkin) saya akan menyelenggarakan giveaway lain.

Byeee...dan tetap membaca yaaa...

Monday, June 3, 2013

[Pengumuman] Yang Beruntung di Giveaway SUPERNOVA #1


Maafkan, jika pengumuman tweeman yang beruntung mendapatkan novel Supernova #1: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh karya Dewi "Dee" Lestari edisi ekonomis ini agak mundur dari jadwal yang seharusnya yaitu kemarin.


Hmm, sejujurnya sampai saat ini pun saya sendiri tak mengerti dengan pasti apa sih arti kata supernova. Nah, untuk membantu memahami, saya membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan (online):

su·per·no·va n Astron bintang meledak berukuran besar

Nah, itu dia arti kata supernova menurut KBBI. Sekarang saatnya kita umumkan siapa yang beruntung mendapatkan satu buah novel Supernova #1 karya Dee ini. Giveaway-nya menggunakan rafflecopter dan melalui random.org telah dipilih, yang beruntung adalah...



Dan ini komentar Soffaa:

Selamattt, untuk Soffaa. Buat tweeman yang lain, masih ada satu lagi lagi giveaway yaitu yang berhadiah novel CoupL(ov)e karya Rhein Fathia. Jawaban kamu masih ditunggu sampai dengan nanti malam yaaa....

Saturday, June 1, 2013

[Author of The Month] Indah Hanaco


Author of the Month (AotM)

Hmm, saya nih serba angin-anginan. Dulu, pengin banget bikin rubrik Author of the Month (AotM) ini bisa di-posting secara rutin. Nyatanya, saya sendiri kesulitan mengatur waktu, meminta kesediaan penulis-penulis kece untuk bisa di-interview, dan menyediakan waktu seluang-luangnya membaca karya-karya mereka. Jadinya, rubrik ini masih mentok. Dan, baru menghadirkan satu feature saja, yaitu mengundang mbak Rina Suryakusuma (Lukisan Keempat, Lullaby, Jejak Kenangan, Postcard from Neverland) yang menjadi AotM tahun lalu.


Bulan Juni ini, saya menghidupkan kembali rubrik ini setelah secara sengaja menyelipkan beberapa pertanyaan kepada penulis yang jadi feature bulan ini yaitu Indah Hanaco, ketika menyusun artikel WOW-moment perdana beberapa waktu lalu. Sederet pertanyaan seputar keseharian dan dunia kepenulisan yang ditekuninya, saya tanyakan, dan siap saya tuliskan dalam artikel AotM selama bulan Juni 2013 ini. So, dengan bangga saya persembahkan Indah Hanaco sebagai Author of the Month Juni 2013.

Sepanjang bulan Juni 2013, saya akan mengusahakan membaca novel-novel karya Indah Hanaco, sebanyak yang mampu saya baca, mengingat karya Indah sudah cukup banyak. Silakan klik link ini untuk melihatnya di database goodreads.com.

Book of the Month (BotM)

Selain AotM, bulan Juni 2013 ini saya juga ingin memilih salah satu novel untuk dijadikan BotM. Setelah bulan Mei 2013 kemarin, novel perdana Tia Widiana berjudul Mahogany Hills yang masuk ke lini Novel Amore yang juga adalah juara pertama Lomba Penulisan Amore 2012 dipilih sebagai BotM, kali ini novel teranyar Winna Efendi berjudul Melbourne yang saya pilih sebagai BotM Juni 2013.

Apa sih kriteria BotM di blog ini? Nggak ada. Pemilihan ini hanya berdasar selera saya saja. Betapa saya sangat ingin membaca suatu buku sehingga saya berharap bisa menularkan kepada yang lain, memberitahukan kepada yang lain, bahwa buku itu bagus. Kan belum dibaca, kok udah bisa bilang bagus? Hmm, biasanya kriteria yang saya gunakan adalah faktor pengarangnya, faktor si novel ini meraih suatu penghargaan, atau si novel lagi hits banget di dunia buku. So, the choice is yours. Mau setuju atau tidak pada pilihan BotM di blog ini, adalah sepenuhnya di tanganmu. Saya hanya menyodorkan pilihan, siapa tahu kamu juga bisa suka seperti saya menyukai BotM pilihan saya.

Baiklah, saya baru mulai baca Melbourne dan sudah langsung terhanyut ke kota di Australia itu. Berikut adalah kaver dan sinopsis Melbourne di database goodreads:

Pembaca tersayang,

Kehangatan Melbourne membawa siapa pun untuk bahagia. Winna Efendi menceritakan potongan cerita cinta dari Benua Australia, semanis karya-karya sebelumnya: Ai, Refrain, Unforgettable, Remember When, dan Truth or Dare.

Seperti kali ini, Winna menulis tentang masa lalu, jatuh cinta, dan kehilangan.

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Setiap tempat punya cerita.

Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari Melbourne bersama pilihan lagu-lagu kenangan Max dan Laura.

Enjoy the journey,

EDITOR

Nah, berikut ini sedikit cuplikan Melbourne yang saya copy-paste dari blog resminya Winna Efendi:

Max

Sejak kecil, gue selalu terpesona pada cahaya. Kilatan petir, sebentuk garis perak yang membelah langit sesaat sebelum guntur menggelegar. Bintang jatuh. Kunang-kunang. Cahaya redup di ekor pesawat. Konstelasi yang membentuk peta langit. Mercu suar. Remang lampu di tepi jalan. Oranye gelap yang berubah kemerahan menjelang matahari terbenam.

Gue masih ingat suatu hari di mana kami sekeluarga memutuskan untuk camping di kebun belakang rumah, dengan tenda yang didirikan seadanya, dan sebentuk alat grill bekas yang kembali berasap setelah menganggur sekian tahun. Beberapa hari sebelumnya, gue baru saja mengalami kecelakaan kecil. Sepeda terantuk batu, dan gue yang sukses terjerembab di pinggir jalan, lalu berakhir di rumah sakit dengan gigi depan patah dan keretakan tulang siku. Di otak Max kecil versi sepuluh tahun, bagian terburuknya bukanlah keluar masuk ruang operasi untuk memperbaiki luka-luka di tubuh gue, tapi ketinggalan acara field trip sekolah yang sudah gue nantikan penuh harap selama berminggu-minggu. Ma dan Pa, begitu gue menyebut kedua orang tua gue, nggak bergeming dengan tangisan dan rengekan maupun pujian dan ratapan, bersikukuh dengan perintah supaya gue tetap di rumah selama sebulan penuh.

Nggak ada lagi lari-lari di lapangan, main sepak bola, manjat pohon mangga tetangga. Sebulan tanpa udara segar, ngebut sepeda dengan Ted dan Benny, jajan di luaran, kegiatan outdoor liburan musim panas… Lebih parahnya lagi, masuk sekolah hanya untuk menjadi pendengar pasif bagi kisah petualangan luar biasa teman-teman sekelas yang kamping di hutan, berinteraksi dengan alam dan makan roasted marshmallows di depan api unggun. Gue akan terpaksa harus puas hanya membolak-balik foto polaroid di mana nggak ada jejak gue sama-sekali. That’s gotta suck big time.

Tapi malamnya, Ma dan Pa menggiring gue ke kebun belakang. Di sana, sebuah tenda sederhana berbau apak telah dibangun, lengkap dengan rib-eye gosong masakan sendiri di atas piring kertas yang lembek karena berlumur minyak dan ketchup. Kata Pa, ini kejutan untuk menghibur gue yang murung. Kata Ma, ini hanya alasan kamuflase Pa yang juga rindu dengan aktivitas outdoor yang dulu ditekuninya semasa kuliah. Dulu, sebelum sebuah kecelakaan merenggut kemampuan berjalannya dengan baik.

Semalaman, kami main tebak-tebakan sambil menunggu hujan bintang yang diperkirakan akan muncul menjelang tengah malam. Membentuk bayang-bayang binatang dengan senter dan lipatan tangan. Menamai rasi bintang sebisa kami. Favorit gue adalah memandangi pesawat meninggalkan landasan, menghilang di balik gumpalan awan, sampai tiada sama sekali.

Rumah masa kecil gue dekat dengan bandara – sebuah keberuntungan, sekaligus kesialan. Ma kerap kali mengeluh bahwa keributannya bisa membangunkan orang mati sekali pun. Deru mesin kapal terbang yang pulang pergi tiap harinya memang cukup bising, terutama di saat gue sedang tidur dan tiba-tiba tersentak kaget akibat bunyi dan getaran barang-barang, menyerupai gempa berskala rendah. Pernah sekali, dalam kepanikan berusaha menyelamatkan diri, gue yang masih separuh tertidur menyambar selimut dan harta benda seadanya, lalu berlari keluar hanya mengenakan celana boxers, sampai akhirnya baru menyadari bahwa yang barusan terjadi bukanlah hari kiamat. Lama-kelamaan, gue terbiasa, bahkan mulai sering duduk sendirian di atap, merokok sambil memandangi kerlip lampu pesawat – menjauh, menjauh, lalu hilang seluruhnya. Hingga kini pun, setiap jauh dari rumah, yang gue kangenin adalah dengung mesin pesawat, dan jejak kecil di atas langit yang menunjukkan kepergian atau kepulangan seseorang.

Itulah awal mula sejarah gue dengan cahaya. Sejak saat itu, gue mulai mencari tahu lebih banyak tentangnya. Kekaguman gue akan ciptaan Tuhan yang satu itu nggak pernah habis. Gue mulai terobsesi; pada kaleidoskop, yang bentuknya berubah seiring dengan perputaran tabung dan cahaya yang terpantul olehnya, pada laser show, pada LED art, juga cahaya alam, seperti gerhana dan segala keindahan yang menyertai keajaibannya.

Buat gue, cahaya adalah konsep universal, tapi sebenarnya sangat pribadi. Setiap orang dapat melihatnya, merasakannya, tapi persepsi mereka mengenainya bervariasi, tergantung emosi dan pengalaman sang penglihat. Interpretasi seseorang terhadap cahaya berbeda-beda, begitu juga makna cahaya tersebut bagi mereka. A light is never just light. Cahaya, seredup apa pun, mampu mengiluminasi kegelapan, dan menjadi medium yang menghidupkan dunia. Bagi gue, cahaya adalah hal terindah di dunia ini.

Yet whenever I think of light, I’m always reminded of her.
 
*****
 
First chapter Melbourne selengkapnya, silakan kunjungi blog Winna Efendi di sini yaaa...

Selamat membaca, tweemans!

[Giveaway] CoupL(ov)e by Rhein Fathia


Sebenarnya saya ingin menggelar giveaway hari keenam ini sekaligus menuliskan resensi untuk novel keren milik Rhein Fathia ini. Namun, karena proses membaca saya belum selesai, dan saya harus tetap stick to the plan menyelenggarakan giveaway ini, maka tetap saya luncurkan hari ini.

Sedikit impresi saya pada CoupL(ov)e, meskipun saya belum selesai membaca, novel ini bagus. Mengalir. Lengkap. Detail. Dannn...bisa memberikan gambaran bagaimana sebuah hubungan (rumah tangga) dibangun sedikit demi sedikit. Tidak ujug-ujug jadi seperti legenda pembangunan Candi Roro Jongrang. Intriguing. Selama membaca, saya ikut terlarut ke dalam emosi kedua tokoh utamanya.

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”? Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

***
Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku.
Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku,
yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembab karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka .... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?



Okay, giveaway timeeee....
1.       Giveawaydiadakan di blog ini.
2.       Tweettentang giveaway ini, minimal satu kali dengan format: Guys, ada giveaway keren berhadiah novel #CoupLove di http://metropop-lover.blogspot.com @rheinfathia @fiksimetropop
3.       Silakan jawab pertanyaan ini di kolom komentar, Pernah bayangin nggak, dua sahabat kental yang udah tahu luar dalamnya masing-masing lalu menikah? Sahabat jadi cinta, mungkin gak sih? Menurut kamu gimana?
4.       Tinggalkan identitas kamu di akhir komentar, boleh alamat email, dan lebih baik jika akun twitter yang mudah di-mention.
5.       Periode giveaway: 1 – 3 Juni 2013, dan pemenang diumumkan tanggal 4 Juni 2013.
Good luck and keep reading, tweemans.


[Pengumuman] Yang Beruntung di Giveaway PERFECT CHEMISTRY


Perfect Chemistry itu dalam bayangan saya adalah campuran beberapa unsur yang melarut menjadi satu senyawa yang tepat dan benar. Menghadirkan gabungan nuansa yang meskipun berbeda tapi mampu menyatu secara sempurna. Perfect.


Bayangan saya, adegan pertemuan yang romantis (dan manis) di sekolah itu ketika habis jam olahraga, terburu-buru berlari ke kantin, pesan es teh manis, nungguin sambil lap keringat pake ujung kaos, begitu Ibu kantin nyodorin segelas es teh manis, justru ada satu tangan menyerobotnya dan tanpa permisi langsung meminumnya hingga tandas. Dan, si pemilik tangan penyerobot itu adalah si gadis kelas sebelah yang sudah diincar sejak MOS tahun sebelumnya. #dhuengg.

Hihihi, itu sih khayalan saya. Kalo khayalan teman-teman sih udah di-tweet pakai hashtag #PerfectChemistry untuk ikutan giveaway novel young adult keren ini yaaa...dan, setelah dilakukan pengundian (masih dengan aplikasi The Hat), yang beruntung mendapatkan novel supermanis tentang seorang cewek populer Brittany Ellis dan bad boy anggota genk Latin, Alex Fuentes ini, adalah....




Hmm, pas hujan ya, Retri? Maunya sih minta didetailkan. Pas hujan yang seperti apa, ya? Hehehe...tapi, di twitter kan memang singkat. Semoga nanti Retri bisa menuliskan cerita itu ya...bisa cerpen, syukur-syukur jadi novel, terus dikirim ke penerbit. Who knows, kan? Yukkk, sekalian nulis. Baca sama nulis itu satu saudara sekandung lohhh.... #apasih

Baiklah, selamat untuk @retrimulya, nantikan DM saya yaaa.....buat tweeman yang lain, masih bisa ikutan giveaway hari kelima berhadiah buku Supernova #1 karya Dee dan giveaway terakhir (hari keenam) berhadiah novel CoupL(ov)e karya Rhein Fathia.

Dannnn.....tunggu kejutan lain di bulan Juni ini yaaa.....kalau kalian perhatikan, jumlah tweeman saya di @fiksimetropop sudah nambah 1.000 lagi dari pas kita ngadain Kuis Pertweemanan. Nah, rencananya bakal ada Kuis Pertweemanan part 2. Ditunggu yaaaa....