Tuesday, April 7, 2020

[Reading Wrap-Up] Maret 2020


Halo, apa kabar, tweemans? Masih tekun mengikuti anjuran pemerintah untuk #SocialDistancing dan #PhysicalDistancing dengan #DiRumahAja, kan? Well, memang serbasusah ya, sekarang. Mau mengeneralisasi semua orang bisa dari rumah saja kerjanya, belum tentu tempat kerja atau jenis kerjanya memungkinkan untuk itu. Namun, demi kesehatan kita bersama di masa depan, selalu upayakan untuk tetap sehat hari ini, besok, dan besoknya lagi sehingga bisa menghindari tertular ataupun menularkan virus Covid-19 ini, ya. Kita sama-sama kok, berharap wabah ini segera berlalu dan semuanya kembali normal seperti sediakala. Aamiin.

Anyway, di sela-sela #WorkFromHome, pas #DiRumahAja, saya menyempatkan baca buku sebanyak-banyaknya, semumpungnya bisa. Dan, alhamdulillah, Maret yang biasanya bisa baca satu buku saja sudah syukur, Maret 2020 ini lumayan banget bisa merampungkan-baca beberapa buku, selain #novelMetropop terbitan GPU. Dan inilah buku-buku #BukanFiksimetropop yang berhasil saya rampungkan-baca di bulan Maret 2020.

Winna Efendi's unread books readathon. Hahaha, ini mah, buatan saya sendiri readathon-nya. Kepingin membabat timbunan, ternyata masih ada tujuh buku Winna Efendi yang belum saya baca. Oleh karenanya saya mencoba membabatnya bulan ini. Alhamdulillah, empat berhasil rampung-baca, dua lagi nanti akan menyusul: Someday dan Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu. satu lagi: One Little Thing Called Hope, belum kebeli, hehehe.

1. Tomodachi, rating: 4 bintang.
Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah. 

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap.

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa-masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya.

Selamat menyusuri kisahnya.
—Editor S.C.H.O.O.L

2. Remember When, rating: 4 bintang
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya. 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.

3. Happily Ever After, rating: 3 bintang. One of the hardest Winna's book to dive into, after Unforgettable.
Tak ada yang kekal di dunia ini. Namun, perempuan itu percaya, kenangannya, akan tetap hidup dan ia akan terus melangkah ke depan dengan berani. 

Ini adalah kisah tentang orang favoritku di dunia.

Dia yang penuh tawa. Dia yang tangannya sekasar serat kayu, tetapi memiliki sentuhan sehangat sinar matahari. Dia yang merupakan perpaduan aroma sengatan matahari dan embun pagi. Dia yang mengenalkanku pada dongeng-dongeng sebelum tidur setiap malam. Dia yang akhirnya membuatku tersadar, tidak semua dongeng berakhir bahagia.

Ini juga kisah aku dengan anak lelaki yang bermain tetris di bawah ranjang. Dia yang ke mana-mana membawa kamera polaroid, menangkap tawa di antara kesedihan yang muram. Dia yang terpaksa melepaskan mimpinya, tetapi masih berani untuk memiliki harapan...

Keduanya menyadarkanku bahwa hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Bahwa kita perlu menjalaninya sebaik mungkin meski harapan hampir padam.

Tidak semua dongeng berakhir bahagia. Namun, barangkali kita memang harus cukup berani memilih; bagaimana akhir yang kita inginkan. Dan, percaya bahwa akhir bahagia memang ada meskipun tidak seperti yang kita duga.

4. Girl Meets Boy, rating: 3,5 bintang
Dear Ava, 

Saat kamu menerima surat ini, mungkin aku udah nggak ada di sini. Mungkin aku udah jadi murid senior di Alistaire. Mungkin aku akan ada di lingkungan baru. Atau mungkin, di Broadway, tampil perdana untuk pertunjukan Annie dan tiketnya terjual habis dalam lima menit (boleh dong, ngarep). Who knows? Itulah hebatnya dunia, selalu penuh dengan kesempatan yang nggak terduga. Kita punya janji untuk saling menemukan, bukankah begitu?
Love,
Rae
____

Dear Kai,

And then I said, “Kai, aku sayang kamu.” Kamu menatapku, lalu mengusap rambutku lembut. Ini adalah kali pertama aku mengucapkannya kepada siapa pun. Kamu nggak mengatakannya balik. Dan, kurasa, sejak awal aku udah tahu.

Aku tahu tindakan kamu barusan adalah ucapan i-love-you terbaik yang mungkin bisa kudapatkan, but it’s okay, because I love you.

And unlike you, I’m not afraid of saying it.

Love,
Rae

***
Novel ini bercerita tentang kehilangan dan tentang menemukan. Tentang mimpi, tentang keluarga, tentang persahabatan, juga tentang memaafkan diri sendiri. Lewatnya, saya ingin berkisah perihal momen-momen yang sudah seharusnya berlalu dan dilepaskan. Karena setiap hal indah pada waktunya. Semoga kamu menyukai sepotong kisah ini dan mendengar musik yang bermain di baliknya.
Winna Efendi

Mira W.'s collection. Saya sudah ngumpulin banyak banget bukunya Mira W. Saya sih ngaku ngefan, tapi baru dua apa tiga buku yang kebaca dari puluhan yang sudah dibeli, hahaha #ketawamiris. Yawis, sekarang mulai nyicil baca, meskipun kurang bagus prospeknya. Dari lima judul yang direncanakan, dua tuntas terbaca, satu terpaksa DNF, dua lagi belum terbaca. Hiks.

5. Delusi (Deviasi #2), rating: 3,5 bintang. Ini lanjutan Deviasi (Deviasi #1), novel yang membuat saya bertekad mengoleksi semua karya Mira W. Resensi novel Deviasi intip di sini: Resensi Novel: Mira W - Deviasi
Setelah tujuh belas tahun dirawat di rumah sakit jiwa, Rivai yang mengidap deviasi seksual dan berkepribadian ganda, melarikan diri untuk mencari Arneta, mantan istrinya yang masih dianggapnya miliknya. 

Pelarian Rivai dipicu oleh tayangan sinetron yang dibintangi oleh Putri, anak perempuan Arneta yang memiliki wajah mirip ibunya. Rivai mengira Putri adalah Arneta.

Kepanikan semakin memuncak ketika terjadi tiga pembunuhan berantai yang diduga dilakukan oleh pembunuh yang sakit jiwa....

Dan ketika kecurigaan semua pihak tertuju pada Rivai, muncullah pembunuh yang sebenarnya....

Delusi, lembar penutup Deviasi, dirangkum dengan kisah seorang penderita skizoprenia paranoid yang mempunyai waham memberantas pelacuran dan perselingkuhan....
Punya hubungan apa dia dengan Rivai dan Arneta?

6. Nirwana di Balik Petaka, rating: 3 bintang. Terlalu banyak adegan sinetron, huh.
Dalam tawuran antara sekolahnya dengan sekolah lain, tidak sengaja Aris membutakan mata mata Pratiwi. Karena dikejar perasaan bersalah, Aris terpaksa mengawini gadis itu, walaupun dia tidak mencintainya. 

Petaka menyapa ketika suatu hari Aris bertemu kembali dengan Nila, kekasihnya yang telah lama menghilang....

Aris membawa Nila dan anak perempuannya ke rumahnya untuk bekerja sebagai pembantu. Sementara Pratiwi yang juga sudah mempunyai seorang anak perempuan, terus-menerus mencurigainya....






7. Semesra Bayanganmu, rating: DNF. Saya nggak sanggup merampungkan-baca. I just can't. Entahlah, jelek banget gaya tulisannya. Yaampun.
Namamu 
Tak pernah terucapkan bibirku 
Namun wajahmu 
Selalu terpendam di lubuk hatiku 
Karena cintaku 
Semesra bayanganmu. 

Seuntai sajak manis buat kekasih gelap membawa petaka. Seorang gadis remaja membunuh diri. Gadis lainnya diperkosa. Seorang pemuda hampir tewas dikoyak peluru. Pemuda yang lain terpaksa mendekam dalam penjara.

Ladang remaja yang seharusnya menuai keceriaan berubah tandus. Bencana demi bencana membayang bagai awan gelap menudungi mayapada.

Pernahkah cinta merenca dosa?
Haruskah cinta menuai derita jika dia tumbuh di lahan yang keliru?

Random Picks

8. Love and Other Words by Christina Lauren, rating: 3 bintang. Selow banget. Suka sih gaya nulisnya, tapi konfliknya gitu doang, ekseskusinya juga begitu doang untuk novel setebel ini.
The story of the heart can never be unwritten. 

Macy Sorensen is settling into an ambitious if emotionally tepid routine: work hard as a new pediatrics resident, plan her wedding to an older, financially secure man, keep her head down and heart tucked away.

But when she runs into Elliot Petropoulos—the first and only love of her life—the careful bubble she’s constructed begins to dissolve. Once upon a time, Elliot was Macy’s entire world—growing from her gangly bookish friend into the man who coaxed her heart open again after the loss of her mother...only to break it on the very night he declared his love for her.

Told in alternating timelines between Then and Now, teenage Elliot and Macy grow from friends to much more—spending weekends and lazy summers together in a house outside of San Francisco devouring books, sharing favorite words, and talking through their growing pains and triumphs. As adults, they have become strangers to one another until their chance reunion. Although their memories are obscured by the agony of what happened that night so many years ago, Elliot will come to understand the truth behind Macy’s decade-long silence, and will have to overcome the past and himself to revive her faith in the possibility of an all-consuming love.

Love, loss, friendship, and the betrayals of the past all collide in this first fiction novel from New York Times and #1 international bestselling author Christina Lauren (Autoboyography, Dating You / Hating You).

9. Jump by Moemoe Rizal, rating: 3,5 bintang. Hahaha, bitchy-dumb-dumb banget ini novelnya. Agak mirip Bring It On (film yang dibintangi Kirsten Dunst itu) dengan eksekusi konflik mirip Legally Blonde (meski nggak ada kaitan sama hukum kayak di filmnya Reese Witherspoon ini)
One-two-three-four, we’re the best cheers on the floor! Five-six-seven-eight, we’re the prettiest, ready to fight! Fight! Fight! Fight! We’re saying it right! Cheer! Cheer! Cheer! We own the atmosphere! C-C-C-CHEERLEADERS! 

Akui saja, cewek berseragam cheerleader SELALU terlihat tiga level lebih keren daripada cewek-cewek jelata lainnya. Belum lagi rambut indah, bodi oke, dan kaki langsing seperti supermodel—helloooo..., cowok mana sih yang sanggup menolak pesonamu?

Dan, saat akhirnya resmi bergabung dengan squad, kamu juga otomatis menjadi populer. Nggak usah heran kalau teman mendadak bertambah banyak di akun Facebook dan Twitter-mu. Orang yang tak pernah kamu ajak mengobrol, tahu-tahu menyapamu saat berpapasan di kantin. They practically worship you, adore you. Nggak heran, kamu kan the next it girl?

Sayangnya, nggak seorang pun pernah bercerita seperti apa hidup setelah menjadi populer. Kamu terpaksa harus mengakui, tak sedikit orang yang iri padamu. Setiap kau membalikkan badan, orang-orang pasti menggosipkanmu. Mereka berharap bisa menjatuhkanmu, mempermalukanmu. Satu skandal dan, voilĂ , kamu jadi bahan tertawaan selama berminggu-minggu.

But here you are. Tak peduli seperti apa orang membencimu, menikammu diam-diam dari belakang, kau akan tetap berdiri di puncak piramida dengan pom pom di kedua tangan. Suck it up, Darling, you are a cheerleader.

Nggak semua cewek bisa seperti dirimu.

10. Garis Lurus by Arnozaha Win, rating: 3 bintang. Sebenarnya bagus banget tema dan konfliknya, but I HATE his/her WRITING!!!
Tidak banyak yang tahu Miko Satrio menjalani hidup yang tidak mudah sebagai pengidap asperger dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Ia kesulitan memahami hal yang berkaitan dengan rasa dan imajinasi. Pikirannya benar-benar selogis 1+1=2. Bahkan terkadang orang-orang sekitar melihatnya bagai robot yang tak berperasaan. 

Tapi benarkah begitu?

Sebuah surel dari klien misterius meminta Miko terlibat dalam pembangunan vila di Bali. Tak disangka, itu menjadi awal jejak masa lalu yang membawa Miko ke titik terbaik dalam hidupnya. Mempertemukannya kembali dengan orang-orang yang mengajarinya bahwa garis arsitektur tidak selalu lurus. Orang-orang yang mengajarinya tentang rasa. Tentang menjadi manusia. Dan di atas segalanya, mengajarinya tentang cinta.

Cinta bisa sederhana. Bisa rumit. Tapi bagi pengidap asperger seperti Miko, cinta bisa mengancam jiwa.

Oiya, untuk bulan Maret 2020 sendiri, ditambah bacaan #novelMetropop, secara total saya berhasil merampungkan-baca 14 buku (yang DNF enggak dihitung, ya). Waaahhh... senangnya. Buku-buku lain yang #novelMetropop yang berhasil saya rampungkan-baca silakan intip di sini, ya: Reading Wrap-Up #novelMetropop

6 comments: