Saturday, January 7, 2012

[Book Event] Sale Historical Romance di Gramedia Matraman


Coba-coba ahhh, siapa tahu saya juga punya ketertarikan sama historical romance atau paranormal romance yang belakangan ini ramai dibicarakan di Indonesia. Sebenarnya saya sudah kepengen mencoba untuk membaca, namun tetap belum sempat membaca satu pun. Nah, hari ini, sebelum mengikuti acara meet and greet aliaZalea di Gramedia Matraman, saya menyempatkan mampir ke bagian diskonan yang diberi nama "Bursa Buku Murah" yang ada di lantai 1.


Dan, surprise ketika ada tambahan space untuk buku-buku historical romance dan paranormal romance yang di-sale seharga Rp15.000 per-buahnya di sana. Ini beberapa buku yang saya comot:

Mungkin bagi Anda yang sudah menyukai novel genre ini dari sejak awal, buku-buku yang di-sale ini sudah Anda miliki semuanya yaa.... Tapi bagi yang baru mau mencoba, seperti saya, atau yang memang belum punya, acara sale ini tentu saja harus dikunjungi. Lumayan lho...soale setahu saya, novel ini harga aslinya Rp55.000 per buahnya.

[Book Event] Ketemu aliaZalea...


Meet & Greet with aliaZalea
Gramedia Matraman, 7 Januari 2012, pkl. 14.00 - 16.00


Menyimak timeline @Gramedia beberapa waktu lalu yang mengabarkan soal acara temu penulis aliaZalea, saya begitu tak sabar menunggu hari Sabtu, 7 Januari 2012, untuk secara live melihat salah satu novelis metropop yang karya-karyanya sedang digemari ini. Maka, ketika urusan dengan beberapa kawan dari Goodreads Indonesia hari ini selesai, saya langsung meluncur ke Gramedia Matraman untuk mengikuti acara yang digelar di lantai 1 toko buku tersebut.


Setelah ngider sebentar dan mencomot beberapa buku HR yang sedang sale, saya segera menuju tempat acara yang telah disiapkan oleh panitia, ternyata masih banyak kursi yang kosong, dan uhuyy...ternyata saya menjadi one and only guy over there, kayaknya. Namun, menjelang jam penyelenggaraan yaitu pukul 14.00, beberapa cowok ikut nimbrung di situ dan pengunjung juga sudah mulai memenuhi kursi yang ada, meskipun juga tidak full terisi. Sayang sekali, mengingat aliaZalea tidak tinggal di Indonesia, sehingga kesempatan ini termasuk kesempatan langka dan sayang jika dilewatkan.

Tepat pukul 14.00, Boim Lebon selaku moderator membuka acara dan mulai memperkenalkan aliaZalea serta rincian acara kepada pengunjung seraya berinteraksi dengan beberapa pengunjung yang terlihat membawa koleksi novel-novel Alia yang sudah dimiliki oleh mereka. Moderator kocak ini juga sempat membacakan profil singkat aliaZalea, meskipun tidak begitu istimewa mengingat yang dibacanya hanyalah sepotong profil Alia yang ada di backcover novelnya. Padahal, saya sudah menyiapkan catatan untuk menulis detail profil penulis Celebrity Wedding ini. #disappointed.

Dalam acara ini, aliaZalea menceritakan (sedikit) informasi tentang keseharian, passion, pekerjaan, tempat tinggal, hingga inspirasinya dalam mendapatkan ide-ide menulisnya. Sayang sekali, informasi yang dibeberkan kurang banyak dan moderator juga tidak memancing Alia untuk bercerita tentang kehidupan pribadinya lebih banyak lagi. Bagi saya, sisi pribadi penulis adalah sesuatu yang menarik untuk lebih menghayati karya-karya tulisnya, sehingga saya akan memiliki pondasi tambahan ketika menjatuhkan penilaian/judgement pada karya-karya mereka.

aliaZalea lahir di Jakarta, berbintang Taurus, dan seorang yang memercayai fengshui, itulah yang menyebabkan ia memilih nama aliaZalea sebagai nama pena-nya. Oiya, aliaZalea itu nama aslinya lho. Yah, kalau dalam penulisan biasa akan ditulis Alia Zalea, dan dengan beberapa pertimbangan ia menyetujui nama aliaZalea sebagai nama pena-nya dengan menekankan bahwa namanya itu harus ditulis dengan huruf “Z” besar di tengah-tengahnya. Saat ini tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Berprofesi sebagai dosen mata kuliah psikologi di Sunway University. Mengapa Malaysia? Alia menyebutkan bahwa ia meng-apply untuk mengajar ke Singapura, Malaysia, Indonesia, dan yang paling cepat memberikan tanggapan adalah Sunway University Malaysia sehingga ia memantapkan diri untuk mengajar (sebagai dosen) di Malaysia. Sayang sekali, saya terlupa menanyakan perihal keluarga dan apakah Alia berpindah kewarganegaraan. Mungkin nanti bisa kita poke di facebook-nya yaaa....:)

Penulis yang mengidolakan sang ayah sebagai role model dalam dunia kepenulisan ini juga menyebutkan bahwa ia mendapatkan ide untuk tulisannya bisa dari mana saja. Berinteraksi dengan orang di sekitarnya, menonton film/serial televisi, mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Alia menargetkan untuk setidaknya menerbitkan satu buah novel setiap tahunnya. Penyuka serial Vampire Diaries ini tersenyum kecil dan menyatakan masih agak kurang sreg untuk menulis novel dengan tokoh seorang dosen (sebagaimana kehidupan pribadinya) ketika moderator menanyakan hal tersebut padanya. Ia menyebutkan itu nantinya akan telalu apa adanya.

Jika Anda lebih jeli menelisik, hampir seluruh novelnya happy ending, lho? Dan, ternyata memang Alia lebih menyukai mengakhiri kisah yang ditulisnya dengan kebahagiaan karena ia juga tidak menyukai akhir yang menyedihkan. Alia tidak mau membuat pembaca bukunya ikut depresi jika bukunya berakhir dengan kesedihan.

Dan, berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban dari sesi interaksi dengan pengunjung:

#1. Sinta (Bekasi): Apakah semua novel yang ditulis berhubungan? Alia: yup, hampir seluruh novel yang telah ditulisnya berhubungan, terutama tokoh perempuannya. Termasuk buku kelima yang sedang dikerjakan saat ini.

#2. Sela (Bekasi): Apakah aliaZalea juga sebenarnya menyukai New Kids on The Block (NKOTB) ataukah itu hanya untuk keperluan penguatan karakter di novel? Alia: awalnya tidak begitu notice dengan band itu, namun beberapa tahun lalu Alia mendengarkan lagu-lagu comeback NKOTB dan berikutnya ia ketagihan untuk mendengarkan lagu-lagu mereka yang lain (yang lebih dulu dirilis).

#3. Aman Setiadi: Siapakah tokoh idola dalam dunia kepenulisan? Alia: Bapaknya sendiri adalah role model dalam dunia kepenulisan aliaZalea. Bapaknya adalah seorang penulis tentang akuntansi yang sangat produktif. Alia selalu amazed melihat bagaimana si Bapak begitu bersemangat dalam menulis.

#4. Agnes: Bagaimana cara membagi waktu antara bekerja dan menulis? Alia: untuk saat ini, Alia selalu menyempatkan diri untuk menulis paling tidak 3 jam sehari, tentu saja sepulang dari tugas mengajar. Jika beruntung (dalam keadaan baik) Alia menyebut bahwa dia bisa menulis sebanyak 5 halaman, namun jika tidak beruntung (dalam keadaan kurang baik) maka tak ada yang sanggup ditulisnya.

#5. Ijul: Setelah membaca MissPesimiss saya menyimpulkan Anda suka membuat adegan-adegan yang agak menjurus vulgar, apakah itu ada kaitannya dengan pengalaman Alia tinggal di luar negeri? Alia: tidak juga. Alia menyebut bahwa dewasa ini, hal-hal sebagaimana yang ia gambarkan di novel-novelnya sudah lazim terjadi. Baginya itu bukan vulgar, ia lebih suka menyebutnya seksi. Dan, Alia, selain romantis, adalah penyuka hal-hal yang seksi.

Begitulah beberapa interaksi antara aliaZalea dan pengunjung yang datang ke acara. Sebelum akhir acara, diumumkan beberapa pemenang dari dua kuis yang digelar di facebook dan twitter. Berikut adalah daftar pemenang (sesuai dengan yang disebut). Maaf jika salah menulis.
Pemenang kuis facebook (hadiah paket buku Gramedia @Rp300.000):
1. Sela Ferisa (Jakarta)
2. Achi Asrianti (Bogor)
3. Surya Retnaningrum (Lampung)
Pemenang kuis twitter (hadiah dinner bareng aliaZalea malam ini, 7 Januari 2012)
1. Rosalia Oktariani
2. Saidah Arifah
3. Primasari
Selamat kepada seluruh pemenang.

Bocoran buku kelima:
Karakter yang akan menjadi tokoh utama adalah Dara dan Johan. Nah, berhubung saya baru baca dua novel awal Alia, saya belum ngeh nih sama Dara dan Johan, hehehe. Dijelaskan sih, Johan ini adalah sang drummer di grup musik yang ada di Celebrity Wedding. Garis besarnya: Johan punya seorang adik, berumur 15 tahun, artis, manja, yang sedang memerlukan seorang asisten artis dan Dara-lah yang akhirnya dipilih menjadi sang asisten. Setting: Jakarta. Hmm, kalau boleh nebak kayaknya cerita akan berputar soal cinta Dara-Johan. Is it true? Tunggu saja bukunya terbit yaa...maybe tahun 2012 ini.

Oiya, Alia juga bilang, saat ini novel Crash into You sedang ditawarkan ke salah satu production house untuk bisa difilmkan, namun belum ada konfirmasi sampai saat ini. Semoga secepatnya dapat konfirmasinya. Amiin!

Di pengujung acara, Alia berpesan kepada siapa pun untuk jangan pernah berhenti membaca buku (SETUJU donk!!!) dan usahakan untuk tidak hanya membaca dari satu genre saja agar dapat memperkaya diri dan bagi yang berkeinginan menjadi penulis jangan ragu untuk mengirimkan naskah ke penerbit. Modal nekat saja dulu.

Okayyy...itu dia laporan pandangan mata dari acara meet and greet aliaZalea, penulis yang telah menerbitkan beberapa novel metropop, antara lain: Miss Pesimiss, Blind Date, Crash into You, dan Celebrity Wedding. Tetap produktif menulis, sista!

Dan, sampai ketemu di acara temu penulis yang lain, kawan! Selamat membaca!






Dikarenakan koneksi internet yang sedang melambat, beberapa jepretan lain akan diupload kemuadian...:)

Wednesday, January 4, 2012

[Resensi Novel Teenlit] The Oracle Rebounds by Allison van Diepen


Pada akhirnya, aku kembali lagi padamu...
Read from December 09, 2011 to January 03, 2012
Rating: 2 out of 5 star


Penulis: Allison van Diepen
Format: ebook
Halaman: 208
Rilis: November 2010

Summary
Michaela “Kayla” Cruickshank bukan gadis SMA biasa. Umurnya baru 16 tahun tapi ia telah meretas jalan bisnis dengan membangun sebuah website yang menjajakan layanan konsultasi beragam persoalan seputar kehidupan percintaan remaja (dating) dengan nama samaran the Oracle. Pada tahun keduanya ini, Kayla harus menelan pil pahit ketika Jared, cowoknya dari setahun kemarin, justru meminta putus dengan alasan yang membuat Kayla gondok setengah mati. Maka dimulailah petualangan Kayla untuk membuktikan teori yang pernah ditulisnya tentang rumus memulai hubungan baru setelah putus dari hubungan yang lama.

Nah, berdasarkan hitungan dari rumus yang dibuatnya itu, kayla membutuhkan waktu 62 hari sebelum ia bisa menjalin hubungan dengan cowok lain. Pada masa-masa itu, satu demi satu cowok masuk dalam kehidupannya. Tapi, nyatanya mencari cowok rebound nggak segampang yang ia kira. Belum lagi, secara tak terduga, website yang dikelolanya justru terjebak dalam kontroversi yang berpotensi menghancurkan reputasi yang sudah dibangunnya dari nol itu.

Hmm, membaca teenlit karya Allison van Diepen ini memang manis-manis renyah. Yah, tak beda jauh sama kebanyakan teenlit lainnya, sih. Namun, karena background psikologi populer yang diemban si tokoh utama, tak jarang banyak selipan quotes yang cukup nendang buat para remaja sekalian yang sedang tersaput nuansa merah muda alias dalam masa-masa indah menjalin gita cinta dari SMA. Silakan disimak nasihat-nasihat love-relationship by Kayla di buku ini.

Yang kurang dari novel ini adalah dangkalnya penggalian konflik dan karakter yang ada. Masih hanya di permukaan saja. Bahkan, ending yang happy seolah menggampangkan semuanya. Cowok yang datang dan pergi selama masa ‘kepergian’ Jared di kehidupan Kayla terkadang serasa hanya tempelan belaka. Saya kurang bisa terisap ke dalam nuansa warna kehidupan remaja yang sejatinya penuh dengan goncangan jiwa itu...xixixi.

Yang membuat saya bertahan untuk merampungkan novel ini adalah gaya menulis Allison yang lancar. Ceritanya ngalir, meskipun terkadang perpindahan satu adegan ke adegan yang lain berjalan kurang mulus. Contohnya pas bagian kedatangan seorang cowok exchange student ke rumah Kayla yang suddenly menggelenyarkan kisah asmara singkat di antara keduanya. Buat saya, bagian ini cepat dan kurang membawa arti bagi Kayla. Entahlah, sepertinya cara Allison menyajikan cowok-cowok rebound bagi Kayla kurang smooth dan terasa hanya untuk mengulur waktu untuk akhirnya mempersembahkan cinta sejati bagi Kayla. Sangat mudah tertebak. Sayang sekali. Bahkan, kehadiran teman-teman Kayla juga seolah hanya serupa pemandu sorak yang menggoyang pompom untuk memberikan dukungan pada Kayla tanpa memberikan makna yang cukup dalam bagi kehidupan Kayla.

But, nyatanya saya malah penasaran untuk membaca buku sebelumnya, The Oracle of Dating, hahaha. Saya memang suka gaya menulisnya sih.

Baiklah, selamat membaca, teman!

Monday, December 19, 2011

[New Release] Novel Metropop: Circle of Love by Monica Petra


Wahhh, yang ini malah lupa diposting. Yang ini juga masih anget dari 'pabrik'nya Gramedia. Selamat membeli dan membacanya.


Harga : Rp. 40.000,-

Sinopsis:
Patricia Sarah mahasiswi semester akhir yang tengah sibuk menyusun skripsi. Sebagai novelis muda berbakat, karier dan kesibukan membuatnya belum memiliki pacar.

Rupanya perjalanan cintanya tak semulus perjalanan karier dan studinya. Beberapa pemuda membuat Patricia tertarik, di antaranya Clyde—pemuda warga negara Thailand yang ia temui di Bali, Andhika—aktor terkenal, dan Bryan—teman di dunia maya. Belum lagi ada Adrian dan Felix yang juga memberi warna dalam hidup Patricia.

Tetapi, siapakah yang benar-benar mampu memenangkan hati seorang Patricia Sarah?

Novel ini wajib dibaca oleh semua wanita single yang masih menunggu cinta sejatinya. Pahit manis cinta akan selalu ada, tetapi kehidupan tidak akan pernah berhenti berjalan.


“Patty berusaha terlalu keras mencari pasangan hidupnya. Padahal, dia hanya perlu membuka mata hatinya, dan pasangan hidup yang didambakan ternyata berada di dekatnya. Gaya penulisan Monica yang detail membuat Circle of Love teramu dengan manis.”
Irena Tjiunata – penulis

“Cerita yang menyentuh dan romantis. Monica Petra tidak cuma piawai mengarang novel teenlit, tapi juga metropop.”
Glenn Alexei – penulis

“Mencari cinta sejati selalu menghadirkan kisah menarik, dan Monica Petra berhasil menuliskannya dengan apik.”
Daniel Jefferson Siahaan – Produser Dreamlight World Media

[New Release] Novel Metropop: I Hate Rich Men by Virginia Novita


Hmm, ada lagi nih novel metropop terbaru yang dirilis oleh Gramedia. Selamat membeli dan membacanya.


Harga : Rp. 45.000,-
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 228 halaman
Terbit : Desember 2011
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7845-3

Sinopsis:Adrian Aditomo benar-benar tipikal pria kaya yang dibenci Miranda, tidak peduli betapa tampan dan seksinya pria itu. Sifatnya angkuh dan begitu superior.

Ada lagi, pria itu sinting! Adrian berani menculik Miranda hanya untuk mengatakan kalimat yang tidak masuk akal—“Adik Anda merebut tunangan saya,” kata pria itu dingin.

“Hah?” Hanya itu yang bisa dikatakan Miranda. Apakah orang yang dimaksud pria itu adalah Nino? Nino-nya yang masih berumur tujuh belas tahun dan masih polos? Tidak mungkin Nino-nya yang masih remaja itu menyukai wanita yang lebih tua, apalagi milik orang lain!

Demi untuk membersihkan nama baik Nino, Miranda terpaksa bekerja sama dengan Adrian. Hal yang sangat sulit dilakukan karena mereka berdua tidak pernah sependapat dan selalu bertengkar.

Seharusnya sejak awal Miranda menolak berurusan dengan Adrian. Ia benar-benar mengabaikan firasatnya. Firasat yang mengatakan Adrian mampu menjungkir-balikkan hidupnya dan terutama... hatinya.

Thursday, December 15, 2011

Resensi Novel Chicklit: Orange by Windry Ramadhina


Perjuangkan cinta yang kaupercayai
Read from December 12 to 14, 2011, read count: 1
---3,5 star...


Judul: Orange
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Christian Simamora
Proofreader: Annisa Kurnia, Resita
Penata Letak: Wahyu Suwari
Designer Sampul: Dwi Anisa Anindhika
Penerbit: Gagas Media
Tebal: vi + 290 hlm
Harga: Rp35.000
Rilis: Cetakan pertama, 2008
ISBN: 978-979-780-249-3

Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain...

Tepat sekali. Sebagaimana yang dirasakan oleh tokoh-tokoh dalam novel bernuansa jeruk karya Windry Ramadhina ini. Adalah seorang gadis mungil enerjik, Fayrani Muid, putri konglomerat yang justru memilih fotografi sebagai jalan hidupnya, dipertemukan dengan putra sulung konglomerat lainnya, Diyan Adnan, seorang eksekutif muda workaholic dalam sebuah jalinan perjodohan oleh keluarganya. Dua insan yang tak pernah bersua, apalagi mengenal satu sama lainnya ini pun mencoba membangun sebuah jalinan tanpa landasan cinta demi membahagiakan orangtua mereka.Namun, pada akhirnya segala yang pura-pura tak akan bertahan lama. Ikatan resmi pertunangan Faye-Diyan terguncang dengan kehadiran Zaki dan Rera yang mencoba memasuki bilik hati masing-masing. Lalu, bagaimanakah akhir dari kisah ini, apakah Faye akan tetap bertekad menjadi istri Diyan meskipun disasadarinya bahwa laki-laki itu masih menyimpan rasa pada Rera ataukah ia lebih memilih berhubungan dengan Zaki yang tak lain tak bukan adalah adik kandung Diyan? Temukan jawaban atas jalinan cinta yang saling bertautan ini dalam novel debutan Windry Ramadhina.

Sejak mulai membacanya dari halaman pertama, saya tidak bisa berhenti. Oke, tentu saya harus berhenti untuk urusan ibadah, urusan perut, urusan kasur, dan urusan kantor, namun pada dasarnya, membaca novel ini bikin nagih. Paling tidak, saya membaca novel ini tanpa tersela keinginan untuk melirik buku lain (yang biasanya sering saya lakukan). Good for me!

Faye, Diyan, Zaki, dan Rera, adalah tokoh-tokoh yang likeable. Mudah bagi saya menyukai kesemua karakternya, yang digambarkan dengan sangat baik. Tentu saja, sikap labil Diyan dan Rera yang sering on-off itu terkadang bikin gemas juga, namun selebihnya kesemuanya berakting dengan cukup memikat. Great job, Windry. Sedangkan untuk tokoh sampingan, masih ada beberapa yang kurang kuat, termasuk tokoh orangtua Faye-Diyan. Tapi, tak apalah, kalau terlalu kuat nanti justru menenggelamkan tokoh utamanya.

Soal ceritanya sih, kisah cinta biasa. Romansa yang hampir sama dengan Antologi Rasa-nya Ika Natassa. Cinta bersegi empat. Faye dan Diyan dijodohkan, Zaki mendadak jatuh cinta pada Faye, dan Diyan masih tak mampu melupakan Rera. Maka, lingkaran keempatnya adalah konflik utama dari keseluruhan rangkaian kisah cinta di novel ini. Tapi, tenang saja, bumbu penyedap konfliknya cukup menggoda, kok. Cukup untuk membuat novel ini renyah ketika dinikmati. Dan, terima kasih, karena Windry pun tak menyia-nyiakan background masing-masing tokoh sehingga saya merasa dekat dengan mereka, karena mereka memang nyata. Mereka bekerja, berkeluarga, dan bersosialisasi. Background mereka melekat pada karakternya, tidak sekadar tempelan belaka. Tagline novel ini yang saya tulis di muka menjadi deskripsi paling jelas dari keseluruhan ceritanya. Meski hanya sekilas, saya pun ikut trenyuh ketika beberapa tokoh rekaan Windry harus menyaksikan orang yang mereka cintai ternyata malah menjatuhkan pilihan pada orang lain. #berkaca.kaca.

Oiya, kenapa novel ini mengambil judul “Orange” alias “Jeruk”? Saya tak tahu, hehehe. Tapi, kalau menurut saya sih, jeruk adalah highlight dari tokoh Faye yang memang menyukai buah jeruk dan menganggap bahwa hidup ini serupa jeruk yang rasanya asam-manis, “bittersweet”, dan apabila ditarik ulur benang-merah kisah dalam novel ini meman mencoba menggambarkan rasa dari hidup para tokohnya.

Saya juga suka dengan gaya menulis Windry yang membuat tiap adegan mengalir hampir secara kronologis, dari waktu ke waktu, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain yang terlibat dalam adegan tersebut. Meskipun demikian, saya agak terganggu dengan penempatan kata ganti orang ketiga dalam kalimat-kalimat yang disusun oleh Windry. Misalnya saja, contoh berikut (hlm. 183-184):
      Zaki membuka kunci pintu depan, lalu ia mempersilakan Faye masuk..dst..... Laptop miliknya masih menyala dan asbak penuh puntung rokok di sebelah laptop itu belum ia bersihkan.
    “Maaf, Faye. Berantakan.”
    Faye tertawa kecil. “Kurasa kau perlu mempertimbangkan...dst...,” kata Faye penuh canda. Dengan nyaman gadis itu mengambil posisi duduk di atas tikar, lalu Faye mulai melihat-lihat kumpulan kertas berisi sketsa miliknya yang berantakan.
Coba perhatikan kata “miliknya” di akhir paragraf. Dalam posisi membaca cepat, mungkin mekanisme otomatis otak saya akan mencerna bahwa kata ganti “-nya” yang disematkan pada kata "milik" itu adalah merujuk pada Faye, padahal sebenarnya itu merujuk pada Zaki yang memang gemar membuat sketsa. Sayangnya, cukup banyak gaya penulisan semacam itu dalam novel ini. Bagi saya pribadi, gaya penulisan tersebut cukup mengganggu. Typo pun masih bertebaran di sana-sini. Beberapa yang cukup mudah ditemukan adalah di bab-bab akhir menjelang ending, padahal di awal typo-nya tidak banyak.

Terkait dengan penamaan tokoh-tokohnya, Windry terkesan menyukai nama modern yang dibuat berornamen. Alih-alih menulis Dian, Windry lebih suka tokohnya disebut Diyan. Demikian pula dengan Niela dan Meilianie. Sudah menjadi penyakit dari jaman dulu kala, penulisan nama yang seperti itu memiliki peluang yang cukup besar untuk terpeleset (salah ketik). Dan, terjadi juga di novel ini, meskipun hanya sekali-dua kali kalau tidak salah. But, overall, saya suka novel ini.

Selamat membaca, kawan!

Saturday, October 15, 2011

Agenda Hari Ini: Siaran di Radio Pelita Kasih (RPK FM)


Ngomongin Metropop di Radio


Hari ini, pkl. 7 pagi, saya akan bersiaran tentang Metropop dan keikutsertaan saya di Festival Pembaca Indonesia 2011 yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia pada 4 Desember 2011, di Plaza Arena, Pasar Festival, Kuningan, Jakarta.
Buat yang kebetulan dengerin radio, yukkk, berbagi pengalaman membaca novel-novel metropop dengan saya di sana. Eh, radionya apa? Radio Pelita Kasih di frekuensi 96,30 FM. Atau, kamu juga bisa dengerin streaming di sini: radiopelitakasih.com

Ngobrol yukkk...