Wednesday, June 3, 2015

[Buku diFILMkan] Menonton Industri Penerbitan dalam Younger (TV Series)


Di US sana, serial TV yang dibintangi oleh Sutton Foster dan Hilary Duff ini, sekarang baru memasuki season 1 yang direncanakan terdiri atas 12 episode. Berdasar data wikipedia, penonton yang menyaksikan serial romantic comedy ini berada di kisaran satu jutaan, jumlah yang agak sedikit mengkhawatirkan karena bisa saja tiba-tiba serial ini di-cancel dan tak dilanjutkan lagi karena rendahnya jumlah penonton yang berimbas pada rating. Sejauh ini, sih, kabarnya serial ini sudah dipastikan diperpanjang ke season 2. Buat saya pribadi, serial ini cukup menarik dan asyik untuk diikuti. Kalau ada kampanye untuk membuat petisi agar serial ini tetap diproduksi, saya akan ikut mendukungnya.


Trailer:



Younger diangkat dari buku berjudul sama karya Pamela Redmond Satran yang terbit tahun 2005 silam, meski sepertinya mengalami banyak perubahan (Pamela merupakan pengarang novel chick lit The Man I Should Have Married--Pria yang Seharusnya Kunikahi, yang versi terjemahan Indonesia-nya sudah diterbitkan oleh GPU). Dalam versi serial TV-nya (saya belum baca bukunya), Younger berlatar belakang sebuah penerbitan besar di US (Empirical Press yang dalam salah satu episode disebutkan bahwa penerbit itu menaungi Jennifer Weiner --pengarang novel chick lit laris antara lain In Her Shoes, The Certain Girls, dan lain sebagainya). Dua tokoh utamanya, Liza Miller (Sutton Foster) dan Kelsey Peters (Hilary Duff), dikisahkan bekerja di perusahaan itu. Liza menjadi asisten editor senior, Diana Trout (Miriam Shor), sedangkan Kelsey baru saja diangkat menjadi editor junior.


Benang merah ceritanya sendiri dimulai dari Liza yang baru saja bercerai sehingga ia kehilangan sumber nafkah, apalagi ia masih harus menanggung separuh biaya pendidikan anak gadisnya yang kuliah di India plus ia mesti keluar dari rumahnya, karena rumah itu sepakat dijual dan akan dibagi antara ia dan suaminya. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahunan, Liza terjebak pada dunia kerja yang hanya menerima karyawan muda (pada batasan usia tertentu). Suatu ketika di tengah keputusasaannya mencari pekerjaan, Liza diajak sahabat perempuannya (yang dikisahkan lesbian) Maggie (Debi Mazar) ke sebuah kelab malam, dan di sana Liza didekati oleh Josh (Nico Tortorella) yang menyangka Liza seumuran dengannya, sekitar 26 tahunan. Dari situlah, berkat dorongan Maggie, Liza memulai hidup barunya dengan membohongi semua orang bahwa ia berumur 26 tahun. Dan, pekerjaan sebagai asisten Diana Trout pun didapatkannya.

Buat saya, ke depan, serial TV ini masih bisa menghadirkan beragam konflik dan intrik. Sampai dengan episode 10 (26 Mei 2015), Liza berhasil mengelabui orang-orang di sekitarnya tentang umurnya. Tapi, sekali lagi, umur pun tak bisa bohong, ada kalanya Liza hampir gagal menyesuaikan diri dengan para mid-twenties di era kekinian. Saya yakin, banyak ruang yang masih bisa dieksplorasi untuk membuat serial ini tetap menyenangkan untuk diikuti. Apalagi departemen aktingnya diisi dengan cast yang brilian. Saya sangat-sangat menyukai serial ini.






Dunia perbukuannya pun disajikan dengan cukup memadai. Memang, sih, sebagian besar porsi dari serial TV ini berisi adegan-adegan romantic comedy tapi saya merasa latar belakang dunia bukunya melengkapi dengan sangat baik. Misalnya saja pada episode 1 ditunjukkan bagaimana proses seseorang menjalani serangkaian interview untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan penerbitan. Lalu di episode 3 diilustrasikan Kelsey Peters berusaha mati-matian memikat Anton Bjornberg, penulis novel populer asal Swedia, agar mau menerima penawaran penerbitnya untuk merilis versi Amerika dari buku larisnya. Di episode 10, disajikan drama plagiarisme oleh seorang writer wannabe yang sudah menulis puluhan buku dari beragam tema dan genre tapi tak pernah berhasil diterbitkan. Menarik, kan? Buat saya, sih, menarik banget! Ala-ala metropop, deh, drama percintaannya ada, nuansa keseharian karier para tokohnya pun ada. Lengkap. Semoga Younger ini juga dibeli hak terjemahannya sama GPU. Aaamiin.

Dengan setiap episodenya yang tak lebih dari setengah jam (jika tanpa jeda iklan), maka serial ini terkesan sangat pendek untuk dinantikan setiap minggunya. Tapi, pendeknya durasi itu justru menjadi salah satu pemicu rasa penasaran (khususnya saya) untuk menunggu episode-episode selanjutnya. Can't wait for the next episode!

Yang jadi ganjalan mungkin pada bagian bagaimana cara Liza membohongi HRD Empirical Press sehingga secara administratif ia bisa lolos dari persyaratan menjadi pegawai di situ. Well, ada adegan Liza dibantu oleh Maggie dan seseorang dengan membuat kartu identitas palsu (kayaknya). Namun, apakah dokumen yang lain-lain juga dipalsukan? Ataukah persyaratan rekrutmen di Amerika sana berbeda dengan di sini? Cukup dengan CV saja? Itu palingan yang masih mengganjal logika cerita sampai sekarang. Selebihnya, saya menikmati menonton serial ini. 

Catatan: serial ini mengandung konten dewasa, sekadar saran, jika belum 18+ sebaiknya tidak menonton serial ini dulu, ya.

2 comments:

  1. wah, aku baru tahu nih Hillary Duff maen serial *penggemar gagal*

    ReplyDelete
  2. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Wow yang main Hillary Duff.
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete